back to top

Grup Lippo (MPPA) Restrukturisasi Anak Usaha Bisnis Ritel

Emitentrust.com – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) emiten pengelola Hypermart grup Lippo melakukan langkah restrukturisasi internal dengan melepas hampir seluruh kepemilikan saham di anak usahanya, PT Super Ekonomi Ritelindo.

Transaksi dilakukan pada 8 April 2026 melalui penandatanganan akta jual beli saham.

Dalam transaksi tersebut, MPPA menjual 99,9% saham SER kepada entitas anak lainnya, yakni PT Fortuna Optima Distribusi, dengan nilai mencapai Rp61,65 miliar.

Manajemen MPPA dalam meterangannya Rabu (8/4) menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam melakukan penataan struktur usaha sekaligus optimalisasi portofolio bisnis.

Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena melibatkan entitas dalam satu grup. Namun demikian, aksi tersebut dikecualikan dari kewajiban tertentu sesuai regulasi karena dilakukan antara perusahaan induk dan anak usaha yang dimiliki langsung hampir sepenuhnya.

Selain itu, MPPA menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Perlu diketahui PT Super Ekonomi Ritelindo (SER Indonesia) adalah perusahaan ritel modern asal Indonesia yang berfokus pada pengoperasian jaringan supermarket dan minimarket.

Artikel Terkait

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

IHSG Tutup Akhir Pekan Hijau, PGEO & ADRO Terbang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Jumat (7/10/2026). IHSG naik 11,91 poin atau 0,20% ke level 5.924,36, didorong penguatan

TBS Energi (TOBA) Beber Struktur Saham, Warga Singapura Pemilik Manfaat Akhir

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melaporkan porsi saham free float perseroan tetap berada di level 29,04% hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float

Populer 7 Hari

Berita Terbaru