back to top

Free Float WINS 35,53%, Ini Sosok Pemilik Manfaat Akhir

EmitenTrust.com – Emiten pelayaran offshore, Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), melaporkan porsi saham free float perseroan meningkat tipis menjadi 35,53% per akhir April 2026, dari sebelumnya 35,50%.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float WINS tercatat mencapai 1,585 miliar saham dari total saham tercatat sebanyak 4,46 miliar saham.

Dalam laporan tersebut, perseroan juga mengungkap Sugiman Layanto sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) atau pengendali tingkat individu WINS dengan kepemilikan langsung sebesar 7,872%.

Nama Sugiman sendiri bukan sosok baru di tubuh perseroan. Ia tercatat sebagai bagian dari jajaran direksi sekaligus pemegang saham utama perusahaan.

Selain Sugiman Layanto, sejumlah pemegang saham besar lainnya masih mendominasi struktur kepemilikan WINS, antara lain:
PT Wintermarjaya sebesar 34,01%. Manoj Pitamber sebesar 5,904%. Pinky NK sebesar 5,524% dan Johnson Williang sebesar 7,245%.

Sementara itu, kepemilikan publik di bawah 5% mencapai 37,16%.

Jumlah investor WINS juga mengalami kenaikan. Per akhir April 2026, jumlah pemegang saham tercatat sebanyak 6.359 SID, bertambah 123 SID dibanding bulan sebelumnya.

Data KSEI menunjukkan investor individu masih menjadi pemilik saham terbesar secara scripless dengan kepemilikan mencapai 1,73 miliar saham.

Selain investor ritel, sejumlah institusi juga tercatat memiliki posisi signifikan, seperti:
Reksa dana: 299,2 juta saham. Korporasi: 781,4 juta saham dan Investment manager: 491,7 juta saham.

Perseroan menegaskan seluruh perhitungan free float telah disusun sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia dengan mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, dan saham tresuri.

Artikel Terkait

Astra International (ASII) Dapat Restu Gelar Buyback Saham Rp8T

PT Astra International Tbk (ASII) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang

BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam (JARR) Terkait Sengketa Pembelian 3.500 Ton CPO

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten milik Haji Isam memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat dari Law Office R. Azhari & Co mengenai dugaan sengketa hukum material atas transaksi pembelian crude palm oil

WIKA Sebut Sidang Perdana PKPU Anak Usaha Digelar 22 Juli 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (BEI: WIKA) menegaskan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap anak usahanya, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru