back to top

Gilarsi Wahju Divestasi Saham Grup Bakrie (VKTR) Rp12,9M, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), menyampaikan bahwa Gilarsi Wahju Setijono selaku Direktur telah melakukan divestasi atas sebagian besar kepemilikan sahamnya di emiten kendaraan listrik grup Bakrie tersebut.

Manajemen VKTR dalam keterangannya Jumat (23/1) merinci bahwa Gilarsi melakukan penjualan total sebanyak 12.500.000 saham pada tanggal 22 Januari 2026 dengan total nilai secara akumulatif mencapai sekitar Rp12,9 miliar.

Transaksi dilakukan dalam dua tahap pada hari yang sama: tahap pertama sebanyak 9.495.000 lembar di harga Rp1.030 per saham, dan tahap kedua sebanyak 3.005.000 lembar di harga Rp1.040 per saham.

Sebelum aksi jual ini dilakukan, Gilarsi menggenggam sebanyak 25.000.000 unit saham atau setara dengan 0,06% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Pasca transaksi tersebut, porsi kepemilikannya menyusut tepat menjadi setengahnya, yakni 12.500.000 unit saham atau kini mewakili 0,03% hak suara di perseroan.

Seperti diketahui pada perdagangan hari ini Jumat (23/1) saham VKTR turun 5,02 ke level Rp1.135 per saham. Dalam sepekan terkahir naik 7,1 persen dari harga Rp1.055 pada 19 Januari 2026.

Dalam sebulan naik 92 persen dari harga Rp28 pada 23 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 341 persen dari harga Rp12 pada 23 Juli 2025.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru