back to top

Grup Bakrie (ENRG) Siapkan Right Issue 13,5 Miliar Saham Buat Ekspansi

Emitentrust.com – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) emiten grup Bakrie berencana melakukan aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen Perseroan menyampaikan bahwa ENRG akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 13,5 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Seluruh saham tersebut akan dikeluarkan dari saham portepel dan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan. Dana hasil rights issue rencananya akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure) serta modal kerja, baik untuk Perseroan maupun entitas anak.

Manajemen menilai aksi korporasi ini akan memberikan ruang ekspansi yang lebih luas, sekaligus meningkatkan skala usaha dan memperkuat portofolio bisnis di masa mendatang.

Namun demikian, aksi rights issue ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Perseroan memperkirakan tingkat dilusi dapat mencapai sekitar 33,88%.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, ENRG akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026.

Artikel Terkait

Grup Salim (IMJS) Raup Laba Melonjak 102% di Kuartal I-2026

PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) hingga kuartal I-2026 membukukan laba bersih Rp73,52 miliar, melonjak 102,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp36,24 miliar.

IHSG Menguat Tipis! GOTO Terbang 5,6% di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan sesi pertama Rabu (29/4/2026). IHSG menguat tipis 8,24 poin atau 0,12% ke level 7.080,63.

PADI Catat Pendapatan Melejit 200%, Tapi Rugi Bengkak di Kuartal I

PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) pada kuartal I-2026 membukukan rugi bersih sebesar Rp7,24 miliar,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru