Emitentrust.com- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), emiten tambang nikel terafiliasi Grup Harita, melaporkan realisasi penuh penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 31 Maret 2026.
Perseroan sebelumnya menghimpun dana jumbo sebesar Rp9,99 triliun saat IPO pada April 2023. Setelah dikurangi biaya emisi Rp289 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp9,70 triliun dan kini telah terserap seluruhnya.
Direktur NCKL, Suparsin D Liwan, menjelaskan bahwa porsi besar dana IPO dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan utang. Di antaranya pembayaran utang kepada PT Harita Jayaraya sebesar Rp825 miliar serta kepada PT Dwimuria Investama Andalan grup Djarum senilai Rp893,2 miliar.
Selain itu, NCKL juga melunasi kewajiban kepada Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) dan PT Bank OCBC NISP Tbk dengan total mencapai Rp2,21 triliun, termasuk fasilitas pinjaman lainnya sebesar Rp130,7 miliar.
Tak hanya untuk deleveraging, dana IPO juga digunakan untuk ekspansi agresif. Perseroan menggelontorkan Rp3,31 triliun dalam bentuk setoran modal dan pinjaman ke entitas asosiasi, serta Rp1,6 triliun untuk akuisisi dan peningkatan kepemilikan saham di perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel.
Di sisi lain, NCKL mengalokasikan Rp323,8 miliar untuk belanja modal (capex) dan Rp393,4 miliar sebagai modal kerja guna mendukung operasional.


