Emitentrust.com – Emiten manufaktur busi Champion, grup Lippo PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), membukukan laba bersih sepanjang 2025 sebesar Rp33,04 miliar atau turun sekitar 3,36% dibandingkan Rp34,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan laba terjadi meski pendapatan perseroan justru mencatat pertumbuhan solid sepanjang 2025.
LPIN mencatat pendapatan bersih Rp165,68 miliar, naik 7,75% dari Rp153,76 miliar pada 2024.
Namun, harga pokok penjualan (HPP) turut meningkat menjadi Rp114,52 miliar dari Rp108,20 miliar. Meski demikian, laba kotor tetap naik menjadi Rp51,16 miliar dari Rp45,56 miliar, mencerminkan pertumbuhan margin secara nominal.
Laba usaha tercatat Rp27,56 miliar, melonjak sekitar 30,37% dibandingkan Rp21,14 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba operasi sebelum pajak naik tipis menjadi Rp38,82 miliar dari Rp38,72 miliar.
Kenaikan di level operasional ini belum sepenuhnya tercermin di laba bersih, yang justru mengalami koreksi tipis.
Dari sisi neraca, LPIN berhasil menurunkan jumlah liabilitas menjadi Rp24,44 miliar dari Rp30,66 miliar pada akhir 2024, atau turun sekitar 20,29%.
Sebaliknya, total aset meningkat menjadi Rp379,57 miliar dari Rp372,24 miliar, tumbuh sekitar 1,97%. Perbaikan struktur liabilitas ini menunjukkan upaya perseroan menjaga kesehatan keuangan di tengah dinamika industri otomotif.
Sebagai informasi Pemilik utama PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) adalah Lippo Group, melalui anak usahanya, PT Multipolar Tbk (MLPL), yang memegang saham mayoritas. Berdasarkan data per September 2024, Multipolar Tbk memiliki saham LPIN sebesar 82 persen, sementara sisa 18 persen dimiliki oleh publik.
LPIN bergerak di bidang manufaktur busi Champion kendaraan bermotor dan komponen industri.


