Emitentrust.com – PT Aman Agrindo Tbk (GULA) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga posisi terbaru. Perseroan mengungkapkan masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp1,22 miliar yang belum digunakan.
Dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/7), GULA menyampaikan laporan tersebut sekaligus mengoreksi laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya disampaikan pada 7 Juli 2026.
GULA memperoleh dana bruto IPO sebesar Rp53,52 miliar setelah efektif melantai di Bursa pada 3 Agustus 2022. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp3,17 miliar, Perseroan membukukan hasil bersih IPO sebesar Rp50,34 miliar.
Hingga laporan terbaru, dana IPO yang telah direalisasikan mencapai sekitar Rp49,13 miliar, sehingga menyisakan Rp1,218 miliar yang masih ditempatkan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai dana pihak ketiga tanpa memperoleh bunga.
Mayoritas dana IPO telah digunakan sesuai rencana dalam prospektus, yakni untuk pembelian dan instalasi mesin sebesar Rp28,88 miliar atau sekitar 57% dari total dana bersih.
Selain itu, Perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp10,07 miliar untuk modal kerja, serta Rp10,18 miliar untuk pembangunan pabrik dan fasilitas lainnya.
Jika dibandingkan dengan rencana awal, alokasi untuk pembangunan pabrik dan fasilitas masih belum sepenuhnya terealisasi. Dalam prospektus, Perseroan menganggarkan sekitar Rp11,39 miliar untuk kebutuhan tersebut, sehingga masih terdapat sisa dana sekitar Rp1,22 miliar yang belum digunakan.
Perseroan juga merinci biaya emisi IPO sebesar Rp3,17 miliar, yang meliputi biaya penjaminan emisi, management fee, selling fee, jasa profesi penunjang pasar modal, lembaga penunjang, serta biaya lain yang terkait langsung dengan proses penawaran umum.


