back to top

HMSP Buka Data! Free Float Tipis, Philip Morris Dominan

Emitentrust.com- Porsi saham publik atau free float milik PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) tercatat hanya 7,5% dari total saham beredar hingga akhir Februari 2026. Sisanya, mayoritas saham produsen rokok tersebut masih berada di tangan pemegang saham pengendali.

Hal itu terungkap dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Perseroan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam laporan tersebut, total saham free float HMSP mencapai 8,72 miliar saham dari total 116,31 miliar saham yang tercatat di Bursa. Artinya, porsi saham publik di emiten rokok raksasa ini relatif terbatas dibandingkan keseluruhan saham yang beredar.

Sementara itu, pemegang saham utama HMSP adalah PT Philip Morris Indonesia yang menggenggam 107,52 miliar saham atau setara 92,44% kepemilikan.

Perusahaan tersebut juga tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dari HMSP melalui kepemilikan mayoritasnya.

Data registrasi pemegang saham juga menunjukkan bahwa tidak ada kepemilikan saham oleh jajaran direksi maupun komisaris Perseroan hingga periode laporan berakhir.

Di sisi lain, jumlah investor HMSP justru mengalami penyusutan. Tercatat jumlah pemegang saham turun dari 65.428 investor menjadi 62.787 investor, atau berkurang sekitar 2.641 investor dalam satu bulan.

Adapun saham publik HMSP terdiri dari sekitar 70,94 juta saham warkat dan 8,72 miliar saham non-warkat yang dimiliki oleh investor publik.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BUMI) Punya Tiga Proyek Strategis, Saham Berpotensi Terdongkrak

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dinilai semakin dekat mewujudkan transformasi menjadi perusahaan sumber daya alam multi-platform seiring kemajuan sejumlah proyek non-batubara yang mulai memasuki fase produksi dan pengembangan strategis.

HGII Beri Dividen 16 persen Laba 2025, Cek Besaran per Sahamnya

PT Hero Global Investment Tbk (HGII) resmi mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026 dengan tingkat kehadiran mencapai 81,77% dari seluruh saham dengan hak suara sah.

34 Saham Masuk Cum Dividen 15–19 Juni 2026, Yield Mini hingga Nyaris 11%

Sebanyak 34 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen pada 15–19 Juni 2026, menghadirkan peluang bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif dari pembagian dividen tunai.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru