Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 343,19 poin atau merosot 4,32% ke level 7.596,57 pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (4/3/2026). Pelemahan tajam ini menyeret seluruh indeks sektoral ke zona merah.
Tekanan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang ambles 8,03%, disusul sektor transportasi turun 6,80% serta sektor barang konsumen siklikal yang melemah 5,60%.
Hingga penutupan sesi I, total volume perdagangan mencapai 35,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp18,10 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 63 saham menguat, 713 saham melemah dan 37 saham stagnan—mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) melonjak Rp1.250 menjadi Rp16.750 per lembar, PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) naik Rp690 ke Rp3.150 per lembar, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menguat Rp590 menjadi Rp3.190 per saham.
Sebaliknya, tekanan besar dialami sejumlah saham unggulan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp2.300 menjadi Rp76.200 per saham, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) merosot Rp1.225 ke Rp23.000, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi Rp1.175 menjadi Rp9.375 per lembar.
Untuk saham teraktif, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperdagangkan sebanyak 97.060 kali dengan nilai Rp1,2 triliun, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 84.995 kali senilai Rp1,3 triliun dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 67.927 kali dengan nilai Rp364 miliar.
Di jajaran LQ45, saham yang masih mencatat pelemahan relatif terbatas antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 1,30%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,59%, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi 1,72%.
Sementara itu, tekanan terdalam pada indeks LQ45 dialami PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang ambles 10,26%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 10,16%, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 9,74%.


