Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi pertama pada Senin (9/3/2026) pukul 12.00 WIB. IHSG ditutup melemah 264,615 poin atau 3,49% ke level 7.321,072.
Pelemahan IHSG terjadi seiring seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah.
Penurunan terdalam dicatat oleh IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 5,55%. Disusul IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang ambles 5,24%, IDX Sektor Perindustrian turun 4,92%, serta IDX Sektor Infrastruktur yang melemah 4,58%.
Selanjutnya, IDX Sektor Transportasi dan Logistik turun 4,37%, IDX Sektor Properti dan Real Estate melemah 4,31%, serta IDX Sektor Energi terkoreksi 3,64%.
Adapun sektor lainnya juga ikut melemah, yakni IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 3,49%, IDX Sektor Kesehatan melemah 2,32%, IDX Sektor Keuangan turun 2,29%, dan IDX Sektor Teknologi terkoreksi 1,72%.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan total volume transaksi mencapai 31,15 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,94 triliun. Sebanyak 717 saham melemah, 63 saham menguat dan 36 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan harga, di antaranya PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang naik Rp5.000 menjadi Rp210.000 per saham, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menguat Rp825 menjadi Rp10.650 per saham, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp725 menjadi Rp27.700 per saham.
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp1.650 menjadi Rp22.850 per saham, PT Golden Flower Tbk (POLU) melemah Rp1.175 menjadi Rp14.775, serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun Rp1.000 menjadi Rp10.475 per saham.
Untuk saham teraktif diperdagangkan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 71.786 kali dengan nilai Rp1,03 triliun. Disusul PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 60.719 kali senilai Rp673 miliar serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 46.504 kali senilai Rp523 miliar.
Di indeks LQ45, pelemahan terdalam dialami oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 9,2%. Diikuti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang merosot 8,82% serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang melemah 8,44%.
Sementara itu, saham yang mencatatkan kenaikan di indeks LQ45 dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik 3,12%. Disusul PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 2,69% serta PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang naik 1,17%.


