EmTrust – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (23/12/2025). IHSG ditutup melemah 61,06 poin atau 0,71% ke level 8.584,78, seiring tekanan yang terjadi di mayoritas sektor saham.
Pelemahan IHSG dipicu oleh turunnya tujuh indeks sektoral, sementara hanya empat sektor yang mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Sektor dengan penguatan terbesar dicatat oleh IDX Sektor Perindustrian yang melesat 2,58%, disusul IDX Sektor Barang Konsumen Siklikal yang naik 2,26%, serta IDX Sektor Teknologi yang menguat 0,43%.
Di sisi lain, tekanan paling dalam datang dari IDX Sektor Properti yang ambles 1,24%. Selanjutnya, IDX Sektor Keuangan dan IDX Sektor Energi masing-masing melemah 0,81%, menjadi penahan utama laju IHSG.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, tercatat 275 saham menguat, 373 saham melemah, dan 157 saham stagnan.
Pada papan perdagangan, saham FILM mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan Rp950 ke level Rp10.675 per saham. Disusul SINI yang naik Rp1.075 menjadi Rp11.825, serta ARKO yang melonjak Rp660 ke Rp4.860 per saham.
Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar justru mengalami tekanan. MKPI turun Rp1.450 ke Rp23.525 per saham, DCII terkoreksi Rp450 ke Rp235.150, dan PANI melemah Rp450 ke Rp11.775 per saham.
Aktivitas transaksi paling ramai tercatat pada saham BUMI dengan frekuensi 272.429 kali transaksi dan nilai mencapai Rp3,2 triliun. Disusul INET sebanyak 166.607 kali transaksi senilai Rp1,19 triliun, serta DEWA dengan 92.499 kali transaksi senilai Rp873 miliar.
Untuk jajaran Top Gainers LQ45, saham Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 12,39%, diikuti Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 6,10%, dan Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 3,70%.
Sebaliknya, Top Losers LQ45 ditempati Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 4,78%, Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,65%, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terkoreksi 3,55%.


