Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Selasa (30/6/2026). IHSG melorot 177,59 poin atau 3,05% ke level 5.643,19 seiring derasnya aksi jual yang melanda mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pelemahan IHSG diikuti oleh seluruh indeks sektoral yang kompak bergerak di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah anjlok 5,54%, disusul sektor energi yang melemah 3,51% dan sektor barang konsumen siklikal yang turun 2,79%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume mencapai 21,87 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,85 triliun. Sebanyak 564 saham ditutup melemah, sementara hanya 136 saham menguat dan 99 saham bergerak stagnan.
Di kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, UNTR menguat Rp425 menjadi Rp23.000 per saham, BINA naik Rp350 menjadi Rp4.400 per saham, dan PKPK bertambah Rp260 menjadi Rp3.080 per saham.
Sebaliknya, saham-saham dengan penurunan harga terbesar di antaranya MLPT yang turun Rp800 menjadi Rp17.200 per saham, POLU melemah Rp950 menjadi Rp11.700 per saham, dan DNET terkoreksi Rp600 menjadi Rp9.800 per saham.
Untuk saham teraktif, BBCA memimpin dengan frekuensi perdagangan sebanyak 87.107 kali senilai Rp2,5 triliun. Disusul BBRI sebanyak 57.508 kali senilai Rp958 miliar dan TPIA sebanyak 51.562 kali dengan nilai transaksi Rp655 miliar.
Pada indeks LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menjadi top loser setelah merosot 9,65%. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 8,54% dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 7,98%.
Di sisi lain, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin daftar top gainers LQ45 dengan kenaikan 9,68%, diikuti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat 7,14% dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang naik 2,88%.


