Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya tampil garang dan menutup perdagangan dengan penguatan signifikan. Pada Rabu (25/3/2026), IHSG ditutup melonjak 195,28 poin atau 2,75% ke level 7.302,12.
Kenaikan tajam ini menjadi angin segar bagi pasar setelah sebelumnya sempat dilanda tekanan. Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun kompak menghijau, mencerminkan kembalinya optimisme investor.
Sektor perindustrian menjadi bintang utama dengan lonjakan tertinggi mencapai 5,98%. Disusul sektor energi yang melesat 5,15%, serta sektor barang konsumen non-primer yang menguat 3,84%.
Selain itu, sektor transportasi dan logistik naik 3,30%, barang konsumen primer menguat 2,31%, serta teknologi yang turut naik 1,33%. Sektor properti dan keuangan juga ikut menguat masing-masing 0,92% dan 0,71%.
Namun, tidak semua sektor menikmati penguatan. Sektor barang baku tercatat melemah tipis 0,17%, diikuti sektor kesehatan yang turun 0,12%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 38,42 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,89 triliun. Sebanyak 574 saham menguat, 148 saham melemah, dan 101 saham stagnan.
Di jajaran saham, sejumlah emiten mencatatkan lonjakan signifikan. Saham ESTI meroket 34,95% ke level 166, disusul ICON yang naik 34,54% ke 148 dan BELL yang melesat 34,23% ke 149. Selain itu, WOWS dan SOTS juga mencatat kenaikan masing-masing 33,92% dan 25%.
Di sisi lain, tekanan masih membayangi sejumlah saham. ROCK anjlok 14,77% ke level 3.000, diikuti NZIA yang turun 14,11% dan PSDN yang melemah 13,20%. Saham ALKA dan EMAS juga terkoreksi cukup dalam.
Untuk saham unggulan, penguatan dipimpin oleh Astra International Tbk (ASII) yang melonjak 13,79%, diikuti Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 9,71% dan Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menguat 8,59%.
Sementara itu, tekanan di indeks LQ45 terjadi pada Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 7,97%, disusul Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 3,63% dan Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang turun 3,47%.


