back to top

Raih Dana Global, Link Net (LINK) Percepat Transformasi Digital RI

Emitentrust.com- PT Link Net Tbk (LINK) terus menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi bisnis guna memperkuat fundamental infrastruktur teknologi nasional.

Langkah strategis ini diambil sejalan dengan visi perusahaan untuk berkontribusi pada sektor ekonomi digital melalui penyediaan jaringan internet yang andal dan merata di seluruh Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan pengalaman digital masyarakat, Linknet kini fokus pada optimalisasi layanan broadband serta perluasan jaringan fiber optik secara agresif.

Ekspansi ini diwujudkan melalui penambahan jumlah cakupan homepass yang dilakukan secara bertahap dan terukur guna memastikan kualitas koneksi berkecepatan tinggi dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga maupun pelaku usaha (Enterprise).

Transformasi dan langkah ekspansi Linknet tersebut mendapat apresiasi serta dukungan positif dari institusi keuangan internasional. International Finance Corporation (IFC) dan Asian Development Bank (ADB) telah memberikan dukungan melalui skema pendanaan strategis. Alokasi dana tersebut akan digunakan secara terukur untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik yang lebih luas dan efisien.

President Director & Chief Executive Officer Linknet, Kanishka Gayan Wickrama, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen aktif mendukung transformasi digital nasional.

Menurutnya, dukungan dari mitra internasional seperti ADB dan IFC merupakan pendorong bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan menghadirkan konektivitas berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Artikel Terkait

Properti Masih On The Track, Pasar Rumah Second Jadi Kunci

Pasar properti nasional pada tahun ini diproyeksikan tetap berada di jalur positif seiring meningkatnya tren penjualan rumah second atau pasar sekunder di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum baru

Jelang Rights Issue, Penguatan Dollar Jadi Angin Segar CBRE

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai menjadi sentimen positif bagi emiten perkapalan dan logistik energi yang memiliki pendapatan berbasis dolar AS.

IHSG Ditutup Ambruk Lagi, 10 Sektor Rontok!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026). IHSG anjlok 228,56 poin atau 3,46% ke level 6.370,67

Populer 7 Hari

Berita Terbaru