back to top

IHSG Ditutup Rontok 4,2%! WIFI Ambles 15% di LQ45

Emitentrust.com – IHSG kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat (5/6/2026). IHSG ditutup anjlok 245,02 poin atau 4,2% ke level 5.594, menandai berlanjutnya aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.

Pelemahan kali ini terjadi secara merata di seluruh sektor yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak ada satu pun indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau.

Sektor transportasi dan logistik menjadi sektor yang paling terpuruk setelah merosot 5,97%. Disusul sektor energi yang anjlok 5,73% dan sektor perindustrian yang turun 5,72%.

Tekanan juga terjadi di sektor-sektor lain seiring meningkatnya aksi jual investor di hampir seluruh lini saham.

Aktivitas perdagangan berlangsung sangat ramai dengan volume transaksi mencapai 37,01 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp31,10 triliun. Sebanyak 626 saham ditutup melemah, hanya 108 saham menguat, sementara 81 saham stagnan.

Di tengah koreksi pasar yang tajam, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan. Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) naik Rp1.000 menjadi Rp20.000 per saham. Kemudian PT Citrabuana Tbk (CTBN) menguat Rp400 menjadi Rp6.225 per saham dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp180 menjadi Rp4.570 per saham.

Sebaliknya, saham-saham yang mengalami tekanan terbesar antara lain PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang anjlok Rp10.400 menjadi Rp180.250 per saham. Selain itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp1.625 menjadi Rp13.800 per saham, sementara PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.500 menjadi Rp15.550 per saham.

Untuk saham teraktif, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan frekuensi 263.559 kali dan nilai transaksi mencapai Rp5,4 triliun. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 98.350 kali senilai Rp2,9 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 68.318 kali dengan nilai transaksi Rp855 miliar.

Di kelompok saham LQ45, tekanan terbesar dialami PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang ambles 15%. Disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 11,63% dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melemah 10%.

Sementara itu, hanya segelintir saham LQ45 yang mampu bertahan di zona hijau. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi top gainer dengan kenaikan 4,10%, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 3,21%, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 1,45%.

Artikel Terkait

Pengendali WINR Makin Rajin Jual Jutaan Saham di FCA, Begini Alasannya

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk. (WINR), Pemenang Nusantara Internasional kembali melakukan penjualan sebanyak 1.592.400 saham di pasar.

Pemegang Saham POOL Tolak Auditor dan Tunda Perubahan Pengurus

PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Juli 2026 dengan tingkat kehadiran pemegang saham yang mewakili 1,34 miliar saham atau sekitar 57,43% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

HYGN Ungkap Investor Asing Masuk, Borong 21 Juta Saham Harga Senyap

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya pembelian saham Perseroan oleh investor asing yang nilainya dikategorikan material.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru