back to top

IHSG Nyaris Tembus Level 7.000 Lagi di Sesi I

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Senin (4/5/2026). IHSG naik 11,719 poin atau 0,17% ke level 6.968,523.

Penguatan indeks didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor, terutama sektor barang konsumen non-primer yang memimpin kenaikan dengan penguatan 1,19%. Selain itu, sektor barang konsumen primer naik 1,05%, sektor infrastruktur menguat 0,93%, serta sektor properti dan real estate yang bertambah 0,31%.

Sektor perindustrian turut menguat 0,27%, sementara sektor barang baku naik tipis 0,02%, menambah dorongan bagi IHSG di sesi pertama.

Namun, penguatan indeks tertahan oleh pelemahan sejumlah sektor. Sektor teknologi menjadi yang paling tertekan setelah turun 1,35%, diikuti sektor transportasi dan logistik yang melemah 1,24%, sektor energi turun 0,52%, serta sektor kesehatan yang juga berada di zona merah.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan total volume mencapai 44,93 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,89 triliun. Sebanyak 340 saham menguat, 320 saham melemah, dan 157 saham stagnan.

Beberapa saham mencatat kenaikan signifikan, di antaranya RDTX yang melonjak Rp1.125 menjadi Rp16.625 per saham, UNIC naik Rp550 ke Rp12.950, serta ABDA yang menguat Rp510 menjadi Rp3.090 per saham.

Di sisi lain, saham AADI turun Rp625 ke Rp10.975 per saham, MKPI melemah Rp425 menjadi Rp21.875, dan MLPT turun Rp375 ke Rp21.175 per saham.

Untuk saham teraktif, MINA mencatat frekuensi transaksi tertinggi dengan 86.390 kali senilai Rp428 miliar, diikuti SDMU sebanyak 76.334 kali senilai Rp164 miliar, serta GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan 68.862 transaksi senilai Rp1,10 triliun.

Di jajaran LQ45, saham Sumber Alfaria Trijaya Tbk memimpin penguatan dengan kenaikan 6,44%, disusul Surya Citra Media Tbk naik 5,6% dan Alamtri Minerals Indonesia Tbk yang menguat 4,05%.

Sebaliknya, saham GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi top losers setelah turun 5,56%, diikuti Adaro Andalan Indonesia Tbk yang melemah 5,39% serta Amman Mineral Internasional Tbk yang turun 1,96%.

Artikel Terkait

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham KING

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus untuk saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING). Keputusan tersebut mulai berlaku efektif pada 23 Juni 2026.

IHSG Ditutup Merah! MBMA dan BRPT Rontok Lebih 6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah. Pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026), IHSG melemah 60,44 poin atau 0,98%

Bach Multi Global (BACH) Gelar IPO Harga Rp400-500 per Saham

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset dan jasa konstruksi akan menawarkan sebanyak 615.000.000 saham biasa dengan harga nominal Rp50 per saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru