back to top

PSKT Puasa Dividen, RUPST Rombak Total Direksi dan Komisaris

Emitentrust.com – PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Juni 2026 dan dihadiri pemegang saham yang mewakili 8,50 miliar saham atau 82,15% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh akuntan publik independen. RUPS juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Selain menyetujui laporan keuangan, pemegang saham menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2026. Direksi diberikan kewenangan untuk menetapkan honorarium auditor, sedangkan Dewan Komisaris berwenang menunjuk auditor pengganti apabila diperlukan.

Agenda yang paling menyita perhatian dalam RUPS kali ini adalah perubahan total susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Pemegang saham menyetujui pemberhentian seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris sebelumnya, sekaligus mengangkat jajaran pengurus baru yang akan menjabat hingga penutupan RUPS kelima setelah pengangkatan atau sekitar tahun 2031.

Susunan Direksi baru terdiri dari Eka Sastra sebagai Direktur Utama, didampingi Shinta T. Sutrisno dan Dwi Wirawan sebagai Direktur. Sementara itu, posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dijabat Albertus Indra Sasmita, bersama Dinno Indiano sebagai Komisaris Independen serta Andre Rasjid Prabu Mangkuningrat, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma, dan Cindy Budijono sebagai Komisaris.

RUPS juga memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran remunerasi Direksi dan Komisaris untuk tahun buku 2026. Perseroan berharap susunan manajemen baru dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan mendorong kinerja bisnis ke depan di tengah tantangan industri perhotelan dan properti yang masih dinamis.

Pada perdagangan hari ini Senin (22/6) saham PSKT turun 2,04 persen ke level Rp192 per lembar.

Artikel Terkait

Laba NANO Melejit 492%, Pendapatan Tembus Rp218M di Semester I-2026

PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,54 miliar pada semester I 2026, melonjak 492,4% dibandingkan Rp428,88 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merdeka Battery Materials (MBMA) Tawarkan Obligasi Rp2,33T, Bunga 9-10,5%, Ini Jadwalnya

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menghimpun dana melalui pasar obligasi. Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 senilai Rp2,336 triliun.

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru