Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026) merosot tajam 362,70 poin atau 4,57% ke level 7.577,06. Tekanan jual terjadi merata dan menyeret seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah.
Sektor barang baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 7,42%, disusul transportasi 7,23%, barang konsumen non primer 6,69%, perindustrian 5,38%, infrastruktur 4,84% dan energi 4,64%.
Sektor teknologi juga ambles 4,26%, diikuti barang konsumen primer 4,13%, properti dan real estate 3,87%, keuangan 3,18% serta kesehatan 2,79%.
Sepanjang perdagangan, total volume transaksi mencapai 53,04 miliar saham dengan nilai Rp29,56 triliun. Sebanyak 734 saham melemah, hanya 54 saham menguat dan 33 saham stagnan—menunjukkan tekanan pasar yang sangat dominan.
Di tengah koreksi tajam, beberapa saham masih mencatat kenaikan harga, antara lain PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp1.500 menjadi Rp17.000 per saham, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menguat Rp650 menjadi Rp3.250, serta PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) naik Rp500 ke Rp6.900 per lembar.
Sebaliknya, saham dengan penurunan terbesar di antaranya PT DCI Indonesia Tbk (DCII) anjlok Rp13.875 menjadi Rp200.000 per saham, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp3.650 ke Rp74.850, serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) merosot Rp2.225 menjadi Rp22.000 per lembar.
Untuk saham teraktif, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperdagangkan 139.153 kali senilai Rp1,8 triliun, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 126.444 kali senilai Rp1,86 triliun, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 99.520 kali dengan nilai Rp1,4 triliun.
Di indeks LQ45, tekanan paling dalam dialami PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terperosok 10,62% ke Rp6.100 per saham, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 10,16% ke Rp9.725, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 10,07% ke Rp6.475 per saham.
Menariknya, tidak ada satu pun saham yang menguat di indeks LQ45 pada perdagangan hari ini. Hanya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang ditutup stagnan di level Rp25.000 per saham.


