IHSG Sesi I Merah! MAPI Justru Melejit 6,79% di LQ45

IHSG Sesi I Merah! MAPI Justru Melejit 6,79% di LQ45
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (15/9/2026). IHSG terkoreksi 49,77 poin atau 0,76% ke level 6.484,92 hingga penutupan sesi pertama.

Tekanan terhadap IHSG terjadi seiring mayoritas indeks sektoral yang bergerak melemah. Dari 11 indeks sektoral, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sedangkan sembilan sektor lainnya terkoreksi.

Sektor barang konsumen siklikal menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1%. Sementara sektor infrastruktur hanya naik tipis 0,03%.

Sebaliknya, sektor keuangan menjadi pemberat utama IHSG dengan penurunan 1,19%. Sektor perindustrian menyusul terkoreksi 0,97%, sedangkan sektor energi melemah 0,64%.

Aktivitas perdagangan saham hingga jeda siang tercatat mencapai 16,75 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp7,15 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 324 saham menguat, 300 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan harga cukup signifikan. ALKA naik Rp1.225 menjadi Rp7.450 per saham. PGUN menguat Rp500 ke Rp9.775, sedangkan AGAR naik Rp410 menjadi Rp2.820 per saham.

Sebaliknya, GGRM mengalami tekanan setelah turun Rp1.000 menjadi Rp18.000 per saham. BYAN terkoreksi Rp650 ke Rp10.450, sementara POLU melemah Rp450 menjadi Rp15.925 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, LAPD menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan 45.678 kali transaksi senilai Rp114 miliar.

Selanjutnya, COCO mencatat 36.068 kali transaksi dengan nilai Rp173 miliar, sedangkan DEFI diperdagangkan sebanyak 29.971 kali dengan nilai Rp50 miliar.

Di jajaran LQ45, Mitra Adiperkasa (MAPI) menjadi top gainer dengan kenaikan 6,79%.

Selanjutnya, Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 2,36%, sedangkan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik 1,17%.

Sementara itu, tekanan terdalam di indeks LQ45 dialami ESSA Industries Indonesia (ESSA) yang turun 3,08%.