Jaya Trishindo (HELI) Raih Laba Drop 10,1%, Tersisa Rp2,5M di Semester I-2026
EmitenTrust.com - PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) membukukan laba bersih Rp2,52 miliar pada semester I-2026. Perolehan tersebut turun 10,18% dibandingkan laba bersih Rp2,81 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim perseroan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai Rp2,50 miliar, turun dari Rp2,79 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, laba yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali tercatat Rp19,47 juta.
Penurunan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan. HELI mencatat pendapatan bersih sebesar Rp62,38 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026, naik 4,31% dibandingkan Rp59,80 miliar pada semester I-2025.
Namun, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp51,82 miliar, dari Rp48,34 miliar. Akibatnya, laba bruto perseroan justru turun menjadi Rp10,55 miliar, dibandingkan Rp11,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Tekanan juga berasal dari beban usaha yang melonjak menjadi Rp5,05 miliar, dari Rp2,82 miliar pada semester I-2025.
Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp2,31 miliar, dibandingkan Rp2,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan pendapatan bunga sebesar Rp918,45 juta, meningkat signifikan dari Rp23,04 juta.
Namun, pos lain-lain neto masih mencatat beban sebesar Rp1,59 miliar, meski jauh lebih rendah dibandingkan beban Rp5,18 miliar pada semester I-2025.
Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan HELI tercatat Rp2,52 miliar, turun dari Rp2,74 miliar.
Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan sebesar Rp2,29 juta, laba periode berjalan perseroan mencapai Rp2,52 miliar.
Laba komprehensif periode berjalan tercatat Rp2,53 miliar, dibandingkan Rp2,81 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, laba per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun menjadi Rp3,00 per saham, dari Rp3,35 per saham.
Dari sisi neraca, total aset HELI per 30 Juni 2026 tercatat Rp191,29 miliar, turun dibandingkan Rp195,06 miliar pada akhir Desember 2025.
Aset lancar tercatat Rp45,34 miliar, turun dari Rp53,78 miliar. Penurunan terutama dipengaruhi oleh kas dan bank yang menyusut menjadi Rp7,37 miliar, dari Rp19,55 miliar pada akhir 2025.
Piutang usaha pihak ketiga juga turun menjadi Rp19,11 miliar dari Rp21,26 miliar.
Namun, piutang lain-lain pihak ketiga meningkat menjadi Rp18,02 miliar, dari Rp12,08 miliar.
Sementara itu, aset tidak lancar meningkat menjadi Rp145,95 miliar, dari Rp141,29 miliar.
Komponen terbesar aset tidak lancar berasal dari aset tetap sebesar Rp109,44 miliar, naik dari Rp107,28 miliar. Uang muka juga meningkat menjadi Rp14,50 miliar dari Rp12,35 miliar.
Total liabilitas HELI per akhir Juni 2026 tercatat Rp99,55 miliar, turun dari Rp105,86 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp69,72 miliar dari Rp78,36 miliar. Penurunan terutama berasal dari utang usaha yang turun menjadi Rp18,30 miliar dari Rp26,04 miliar serta utang anjak piutang yang turun menjadi Rp5,72 miliar dari Rp9,97 miliar.
Namun, utang bank jangka pendek meningkat menjadi Rp33,75 miliar, dari Rp29 miliar.
Liabilitas jangka panjang meningkat menjadi Rp29,83 miliar, dari Rp27,49 miliar. Kenaikan terutama berasal dari utang pembiayaan lainnya yang mencapai Rp29,58 miliar.
Di tengah penurunan liabilitas, total ekuitas HELI meningkat menjadi Rp91,73 miliar, dari Rp89,21 miliar pada akhir 2025.
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai Rp91,12 miliar, dibandingkan Rp88,61 miliar pada akhir tahun lalu.
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya juga berbalik positif menjadi Rp2,42 miliar, dari defisit Rp88,11 juta pada akhir 2025.
Dari sisi arus kas, HELI masih mencatat arus kas positif dari aktivitas operasi. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp2,27 miliar pada semester I-2026, sedikit turun dari Rp2,47 miliar pada semester I-2025.
Perseroan menerima kas dari pelanggan sebesar Rp64,52 miliar, sementara pembayaran kepada pemasok mencapai Rp50,01 miliar.
Pembayaran beban usaha tercatat Rp5,48 miliar, pembayaran kepada karyawan Rp3,14 miliar, dan pembayaran beban keuangan Rp2,22 miliar.
Namun, aktivitas investasi menguras kas sebesar Rp14,82 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp1,76 miliar pada semester I-2025.
Penggunaan kas tersebut antara lain untuk pemberian pinjaman kepada pihak ketiga sebesar Rp7,41 miliar, perolehan aset tetap Rp3,30 miliar, penambahan uang muka perawatan helikopter Rp2,15 miliar, serta uang muka pembelian aset tetap Rp2,71 miliar.
Dari aktivitas pendanaan, HELI memperoleh kas bersih sebesar Rp388,53 juta, berbalik dari penggunaan kas Rp3,51 miliar pada semester I-2025.
Perseroan menerima pinjaman bank Rp7,45 miliar, namun melakukan pembayaran utang bank Rp2,70 miliar serta pembayaran utang anjak piutang Rp4,25 miliar.
Alhasil, kas dan bank HELI mengalami penurunan bersih Rp12,16 miliar sepanjang semester I-2026.
Posisi kas dan bank pada akhir Juni 2026 tercatat Rp7,37 miliar, turun dari Rp19,55 miliar pada awal periode.