back to top

Jelang RUPST, Bos HM Sampoerna (HMSP) Resign

Emitentrust.com- HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengumumkan pengunduran diri salah satu direkturnya, Elvira Lianita, pada 1 Mei 2026.

Manajemen menyampaikan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diterima pada 4 Mei 2026, dengan tanggal efektif pengajuan sejak 1 Mei 2026.

Dijelaskan, Elvira Lianita mundur dari jabatannya sebagai Direktur seiring penunjukannya pada posisi strategis di afiliasi global, yakni sebagai Vice President Corporate Affairs East & Southeast Asia, Pacific and PMI Global Travel Retail di Philip Morris Asia Limited yang berbasis di Hong Kong.

Perseroan menegaskan bahwa perubahan manajemen ini tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan, operasional, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

“Informasi ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Selanjutnya, pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026.

Sebagai informasi PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026.

Berdasarkan pemanggilan resmi perseroan, RUPST akan digelar di The Langham Ballroom West, lantai 3, SCBD, Jakarta, mulai pukul 09.00 WIB. Adapun pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat ini adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 23 April 2026.

Selain agenda pembagian laba bersih, RUPST HMSP juga akan membahas sejumlah agenda penting lainnya, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan akuntan publik, penyesuaian anggaran dasar, serta perubahan susunan direksi.

Agenda penggunaan laba bersih menjadi perhatian investor, mengingat secara historis perseroan dikenal rutin membagikan dividen dalam jumlah besar.

Pada tahun sebelumnya, HMSP membagikan dividen tunai sebesar Rp6,53 triliun atau setara Rp56,2 per saham dari laba tahun buku 2024. Dividen tersebut setara dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sekitar 98,4%.

Kinerja keuangan HMSP sepanjang 2025 menunjukkan tekanan tipis. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp6,61 triliun, turun 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,65 triliun. Penjualan juga mengalami penurunan 4,8% menjadi Rp112,17 triliun.

Artikel Terkait

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham KING

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus untuk saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING). Keputusan tersebut mulai berlaku efektif pada 23 Juni 2026.

IHSG Ditutup Merah! MBMA dan BRPT Rontok Lebih 6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah. Pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026), IHSG melemah 60,44 poin atau 0,98%

Bach Multi Global (BACH) Gelar IPO Harga Rp400-500 per Saham

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset dan jasa konstruksi akan menawarkan sebanyak 615.000.000 saham biasa dengan harga nominal Rp50 per saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru