back to top

KOKA Catat Lompatan Pendapatan Hampir 4 Kali Lipat, Rugi Jadi Susut 61,83%

Emitentrust.com – PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) berhasil memangkas rugi bersih sebesar 61,83% pada semester I 2026 menjadi Rp6,75 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp17,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan, berbaliknya laba bruto ke zona positif, serta penyusutan rugi operasional.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 yang dipublikasikan pada Jumat, penjualan bersih KOKA melonjak 379,45% menjadi Rp45,93 miliar, dibandingkan Rp9,58 miliar pada semester I 2025.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha, beban pokok penjualan turut naik menjadi Rp41,63 miliar dari Rp19,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan yang signifikan membuat Perseroan berhasil membalikkan kinerja laba bruto menjadi laba sebesar Rp4,29 miliar, dibandingkan rugi bruto Rp9,69 miliar pada semester I 2025. Kondisi tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta kemampuan Perseroan menghasilkan margin positif.

Di tingkat operasional, rugi usaha juga berhasil ditekan menjadi Rp5,18 miliar, turun 68,84% dibandingkan rugi usaha Rp16,63 miliar pada semester I tahun lalu. Sementara itu, rugi sebelum pajak menyusut 61,84% menjadi Rp6,75 miliar dari Rp17,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 12,91% menjadi Rp208,05 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp184,26 miliar pada akhir 2025. Kenaikan aset terutama didorong oleh meningkatnya aset lancar, khususnya aset kontrak.

Di sisi lain, total liabilitas naik sekitar 100,30% menjadi Rp60,99 miliar dari Rp30,45 miliar pada akhir 2025, terutama akibat peningkatan liabilitas jangka pendek. Sementara itu, total ekuitas turun 4,40% menjadi Rp147,05 miliar dari Rp153,81 miliar pada akhir tahun lalu, seiring Perseroan masih membukukan rugi bersih selama periode berjalan.

Artikel Terkait

Bayar Denda Rp150 Juta, BEI Buka Gembok Emiten Grup Sinarmas (SMMA)

BEI dalam keterangan tertulisnya (30/7) menuturkan bahwa dengan telah dipenuhinya seluruh kewajiban PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang menjadi penyebab dilakukannya Suspensi Efek SMMA.

SMDR Beri Jadwal Dividen Interim Rp40,9M, Cum 7 Agustus 2026

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memutuskan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 senilai Rp40,94 miliar atau Rp2,5 per saham.

Harga Emas Antam Jumat ini Naik Rp7.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Jumat ini (31/7) naik Rp7.000 per gram ini sedangkan harga buyback naik Rp17.000 per gram.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru