KOTA Berbalik Untung! Pendapatan Melonjak 288% di Semester I-2026

KOTA Berbalik Untung! Pendapatan Melonjak 288% di Semester I-2026
Manajemen KOTA ketika menggelar RUPST.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih Rp16,04 miliar pada semester I-2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan semester I-2025, ketika perseroan masih membukukan rugi bersih Rp14,13 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp16,05 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali mencatat rugi Rp2,72 juta.

Perbaikan kinerja KOTA terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pendapatan perseroan sepanjang semester I-2026 mencapai Rp67,30 miliar, melonjak sekitar 287,6% dibandingkan Rp17,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring pertumbuhan pendapatan, laba bruto perseroan juga melesat menjadi Rp51,84 miliar, dari Rp11,38 miliar pada semester I-2025.

Namun, beban usaha meningkat menjadi Rp27,08 miliar dari Rp16,28 miliar. Meski demikian, perseroan memperoleh penghasilan lain-lain neto sebesar Rp5,37 miliar, berbalik dari beban lain-lain Rp42,20 juta pada semester I-2025.

Setelah memperhitungkan beban keuangan sebesar Rp13,21 miliar, KOTA membukukan laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan sebesar Rp16,92 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan masih mencatat rugi Rp14,13 miliar.

Perseroan kemudian mencatat beban pajak final Rp634,25 juta dan beban pajak penghasilan kini Rp2,91 miliar, serta manfaat pajak tangguhan Rp2,67 miliar.

Dengan demikian, laba bersih KOTA mencapai Rp16,04 miliar, berbalik dari rugi Rp14,13 miliar pada semester I-2025.

Laba komprehensif periode berjalan juga tercatat Rp16,10 miliar, dibandingkan rugi komprehensif Rp14,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,5 per saham, berbalik dari rugi Rp1,3 per saham.

Dari sisi neraca, total aset KOTA per 30 Juni 2026 tercatat Rp1,91 triliun, turun dari Rp1,97 triliun pada akhir 2025.

Aset lancar tercatat Rp207,50 miliar, turun dari Rp258,88 miliar. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi oleh anjloknya kas dan bank menjadi Rp7,74 miliar, dari Rp69,53 miliar pada akhir 2025.

Di sisi lain, piutang usaha pihak ketiga meningkat menjadi Rp141,80 miliar, dari Rp130,01 miliar. Piutang lain-lain pihak berelasi juga meningkat menjadi Rp8,59 miliar dari Rp1,93 miliar.

Aset tidak lancar tercatat Rp1,71 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp1,71 triliun pada akhir 2025. Komponen terbesar di antaranya adalah tanah untuk pengembangan sebesar Rp747,83 miliar, uang muka Rp373,06 miliar, serta aset tetap neto Rp361,99 miliar.

Total liabilitas KOTA per akhir Juni 2026 tercatat Rp661,11 miliar, turun dari Rp732,81 miliar pada akhir Desember 2025.

Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp82,47 miliar dari Rp91,26 miliar. Penurunan antara lain berasal dari beban akrual yang turun menjadi Rp19,90 miliar dari Rp33,72 miliar.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp578,64 miliar, dari Rp641,55 miliar.

Utang jangka panjang lainnya turun cukup signifikan menjadi Rp148,81 miliar dari Rp221,61 miliar. Namun, pinjaman bank jangka panjang meningkat menjadi Rp426,75 miliar dari Rp417,23 miliar.

Dengan kondisi tersebut, total ekuitas KOTA meningkat menjadi Rp1,25 triliun, dari Rp1,24 triliun pada akhir 2025.

Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya juga membaik, dari defisit Rp51,22 miliar menjadi defisit Rp35,18 miliar.

Kinerja arus kas KOTA juga menunjukkan perbaikan. Perseroan berhasil mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp23,80 miliar pada semester I-2026, berbalik dari penggunaan kas Rp8,32 miliar pada semester I-2025.

Penerimaan kas dari pelanggan melonjak menjadi Rp54,24 miliar, dari Rp16,07 miliar. Perseroan juga memperoleh pengembalian uang muka proyek sebesar Rp12,41 miliar.

Namun, aktivitas investasi masih menguras kas sebesar Rp17,79 miliar, meski jauh lebih rendah dibandingkan Rp153,24 miliar pada semester I-2025. Pengeluaran tersebut antara lain digunakan untuk pembayaran uang muka proyek Rp8,57 miliar dan perolehan aset tetap Rp9,22 miliar.

Dari aktivitas pendanaan, KOTA mencatat penggunaan kas bersih sebesar Rp67,80 miliar, berbanding terbalik dengan penerimaan kas Rp163,95 miliar pada semester I-2025.

Perseroan menerima pinjaman bank Rp49,20 miliar dan membayar pinjaman bank Rp44,94 miliar. Selain itu, KOTA melakukan pembayaran utang jangka panjang lainnya sebesar Rp72,80 miliar.

Alhasil, kas dan bank mengalami penurunan bersih Rp61,79 miliar sepanjang semester I-2026.

Posisi kas dan bank pada akhir Juni 2026 tercatat Rp7,74 miliar, turun dari Rp69,53 miliar pada akhir 2025.

Saham KOTA pada perdagangan Jumat (28/8) ditutup ke level R161. Dalam sepekan terakhir naik 3,87 persen. Dalam sebulan melonjak 28,8 persen. Dalam enam bulan terbang 159 persen. Secara tahunan (YTD) meroket 163 persen dari harga Rp61 pada 2 Januari 2026.