back to top

Kuasai 51%, Grup Djarum Bakal Jadi Pengendali BACH

Emitentrust.com – PT Bach Multi Global Tbk (IDX: BACH) memasuki babak baru pengembangan bisnis setelah Grup Djarum, melalui Global Telekomunikasi Prima (GTP), resmi menjadi pemegang saham pengendali Perseroan. Masuknya Grup Djarum dinilai bukan sekadar perubahan struktur kepemilikan, melainkan juga mencerminkan komitmen jangka panjang untuk memperkuat pengembangan Perseroan sekaligus memperkokoh posisi BACH di sektor infrastruktur digital nasional.

Komitmen tersebut turut tercermin dari mekanisme lock-up atas saham milik para pendiri setelah pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh saham pendiri ditempatkan melalui mekanisme penjaminan emisi sehingga tidak dapat langsung diperdagangkan di pasar. Langkah ini mencerminkan keyakinan para pendiri terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus komitmen untuk terus bertumbuh bersama perusahaan.

Setelah transaksi efektif, Global Telekomunikasi Prima akan menguasai 51% saham BACH. Dengan demikian, Perseroan menjadi bagian dari ekosistem Grup Djarum yang memiliki sejumlah perusahaan infrastruktur telekomunikasi, seperti Protelindo, TOWR, iForte, dan SUPR. Kehadiran dalam ekosistem tersebut dinilai membuka peluang sinergi yang lebih luas, mulai dari pengembangan proyek, perluasan basis pelanggan, hingga peningkatan pendapatan berulang (recurring income) melalui jasa konstruksi, pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, serta bisnis penjualan dan penyewaan generator set (genset).

Dari sisi kinerja keuangan, BACH mencatat pertumbuhan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,73 triliun, meningkat hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga melonjak hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp156 miliar. Sejalan dengan itu, Net Profit Margin (NPM) meningkat menjadi 9%, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 29%, mencerminkan peningkatan profitabilitas dan efisiensi pengelolaan modal.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis penjualan dan penyewaan genset yang kini menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan. Di sisi lain, berbagai langkah efisiensi operasional yang dijalankan sepanjang tahun turut mendukung peningkatan profitabilitas.

Ke depan, prospek bisnis BACH dipandang tetap menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan solusi cadangan listrik (backup power) di kawasan industri, sektor pertambangan, pusat data (data center), serta proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada saat yang sama, percepatan transformasi digital nasional, ekspansi jaringan fiber optik, dan implementasi teknologi 5G diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi salah satu lini usaha utama Perseroan.

Prospek tersebut juga didukung oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang tetap kondusif. Standard & Poor’s (S&P) baru-baru ini mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek dengan outlook stabil. Penilaian tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi nasional, prospek pertumbuhan yang tetap solid, serta kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kondisi ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan investor dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan infrastruktur, termasuk BACH.

Dengan dukungan ekosistem Grup Djarum, fundamental keuangan yang terus menguat, komitmen para pendiri dalam mempertahankan kepemilikan saham melalui mekanisme lock-up, serta prospek industri dan ekonomi nasional yang tetap positif, PT Bach Multi Global Tbk optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi pendukung infrastruktur digital dan ketahanan energi dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Artikel Terkait

MDKA Putuskan Audit Laporan Keuangan Semester I-2026

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) memutuskan untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Harga Emas Antam Selasa ini Turun Rp9.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Selasa ini (28/7) turun Rp9.000 per gram ini sedangkan harga buyback turun Rp9.000 per gram.

ARKO Amankan Dana Rp450M, Buat Lunasi Obligasi Hijau

PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) mengungkapkan bahwa memperoleh fasilitas pinjaman dengan plafon maksimal Rp450 miliar dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru