back to top

Laba BRI (BBRI) Drop 5,7% Jadi Rp57,1T di 2025

Emitentrust.com- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sepanjang tahun 2025 memperoleh laba bersih Rp57,13 triliun, atau turun 5,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp60,64 triliun.

Padahal sepanjang 2025 kinerja ditopang oleh perbaikan fundamental dan inisiatif transformasi yang dilakukan perseroan.

“Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV 2025 secara daring di Jakarta, Kamis (26/2).

Total aset BRI per akhir 2025 tumbuh sebesar 7,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp2.135 triliun. Adapun penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus penyaluran pada segmen UMKM.

Hery menyampaikan, pencapaian kredit BRI tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 9,6 persen.

Selanjutnya, dana pihak ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid dengan pertumbuhan sebesar 7,4 persen yoy menjadi sebesar Rp1.467 triliun dengan dana murah atau CASA tumbuh mencapai 12,7 persen yoy.

Dana murah yang kuat terlihat dari pertumbuhan giro yang mencapai 19,7 persen yoy dan tabungan 7,9 persen yoy. Hal ini mendorong rasio CASA meningkat hingga 70,6 persen, menandakan biaya dana yang semakin efisien.

Tercatat biaya dana (cost of fund) DPK BRI pada akhir 2025 mengalami penurunan menjadi sebesar 2,9 persen atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 3,1 persen.

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menambahkan bahwa kinerja keuangan dan profitabilitas positif BRI didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai.

Hal tersebut tercemin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di level ample sebesar 91,4 persen. Angka ini memberikan ruang bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, liquidity coverage ratio (LCR) juga terjaga di level 136,9 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen atau jauh di atas ketentuan regulator yaitu 100 persen.

“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga atau pendanaan yang lebih optimal,” kata Farida.

Artikel Terkait

GUNA Tetapkan Dividen Rp7,46 per Lembar, Cum 9 Juni

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) memutuskan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp7,46 per saham dari laba tahun buku 2025.

SMKL Siapkan Dividen Rp10,25M, Cum Date Besok!

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp10,25 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026

Victoria Care (VICI) Tebar Dividen Rp33,54M

PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp33,54 miliar atau Rp5 per saham kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025

Populer 7 Hari

Berita Terbaru