Emitentrust.com – PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) membukukan rugi bersih sebesar Rp8,29 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari laba bersih Rp5,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga tidak mencatatkan pendapatan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, dibandingkan penjualan sebesar Rp126,52 miliar pada kuartal I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diterbitkan Minggu (7/6), dijelaskan bahwa ketiadaan pendapatan membuat perusahaan tidak membukukan laba bruto. Di sisi lain, beban umum dan administrasi masih mencapai Rp4,84 miliar, sementara beban keuangan tercatat sebesar Rp2,87 miliar dan rugi selisih kurs Rp595,30 juta.
Akibatnya, COAL mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp8,29 miliar. Kerugian tersebut sejalan dengan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,23 miliar, dibandingkan laba Rp5,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp824,80 miliar per akhir Maret 2026 dari Rp803,02 miliar pada akhir Desember 2025. Kenaikan aset terutama ditopang oleh peningkatan nilai persediaan yang mencapai Rp264,99 miliar dari sebelumnya Rp222,34 miliar.
Namun demikian, posisi kas dan bank mengalami penurunan tajam menjadi hanya Rp233,03 juta, dibandingkan Rp14,29 miliar pada akhir tahun 2025. Arus kas operasi juga masih negatif sebesar Rp13,79 miliar, lebih dalam dibandingkan defisit Rp7,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp466,94 miliar dari Rp436,87 miliar pada akhir 2025. Kenaikan utang usaha pihak ketiga menjadi Rp101,86 miliar dan tingginya utang bank jangka pendek sebesar Rp195 miliar turut memberikan tekanan terhadap struktur permodalan perusahaan.
Di sisi ekuitas, total ekuitas perseroan turun menjadi Rp357,86 miliar dari Rp366,16 miliar pada akhir tahun lalu, sejalan dengan rugi bersih yang dibukukan selama periode berjalan.


