back to top

Langkah Senyap BPII Perkuat Bisnis Agribisnis Lewat Suntikan Modal Rp40 Miliar

EmTrust – PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) menyampaikan keterbukaan informasi terkait penyetoran modal disetor pada PT Sweet Greens Indonesia (SGI), entitas anak perseroan, yang dilakukan oleh PT Warga Djaja (WD).

SGI merupakan perseroan terbatas yang bergerak di bidang pertanian hidroponik atau agribisnis. Sementara itu, WD adalah perusahaan yang bergerak di bidang distributor dan perdagangan besar dengan fokus pada produk kertas, karton, tekstil, pakaian, karet, dan plastic.

Manajemen BPII menjelaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara WD dengan perseroan. Dengan demikian, transaksi penyetoran modal tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020.

Per 17 Desember 2025, WD telah melakukan penyetoran modal disetor pada SGI sebesar Rp40 miliar. Nilai tersebut setara dengan sekitar 2,29% dari total ekuitas konsolidasian BPII berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp1,74 triliun.

Dengan nilai tersebut, transaksi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Meski terdapat penambahan modal dari WD, BPII tetap tercatat sebagai pemegang saham pengendali tidak langsung pada SGI dengan kepemilikan saham efektif sebesar 41,27%.

Direktur Utama BPII, Rudi Setiadi Tjahjono, menyampaikan bahwa penambahan modal disetor tersebut diharapkan dapat memperkuat modal kerja serta meningkatkan likuiditas SGI dalam mengembangkan usaha di sektor agribisnis.

“Transaksi ini tidak berdampak langsung terhadap kondisi keuangan perseroan dan tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha BPII,” ujar Rudi dalam keterangan resminya.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru