back to top

Usai Rebranding, CSMI Siapkan Jurus Baru Lewat NWS Chicken

EmTrust – PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menyampaikan rencana pengembangan bisnis sebagai bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan ke depan.

Direktur CSMI, Radino Miharjo, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama perseroan adalah optimalisasi model bisnis baru melalui pengembangan brand kuliner “NWS Chicken”. Merek ini mengusung konsep produk yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap preferensi konsumen lokal, seiring perubahan tren dan pola konsumsi masyarakat.

Setelah menyelesaikan proses rebranding dari jaringan gerai sebelumnya, perseroan akan melakukan evaluasi kinerja outlet yang telah beroperasi. Selain itu, CSMI juga tengah menyusun blueprint ekspansi gerai secara bertahap serta menjajaki kemitraan strategis guna mendukung percepatan pertumbuhan bisnis.

Di sisi lain, perseroan juga menjalankan langkah-langkah efisiensi dan reposisi operasional. Efisiensi dilakukan pada aspek operasional, sumber daya manusia (SDM), serta struktur biaya tetap, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan ketahanan bisnis.

Ke depan, CSMI akan memfokuskan penguatan struktur biaya agar lebih ramping dan adaptif terhadap dinamika industri. Perseroan juga menaruh perhatian pada peningkatan digitalisasi operasional untuk mempermudah pemantauan kinerja gerai maupun rantai pasok secara lebih terintegrasi.

Manajemen menilai kombinasi pengembangan brand baru dan efisiensi operasional tersebut diharapkan dapat menciptakan fondasi bisnis yang lebih sehat serta membuka peluang pertumbuhan jangka menengah dan panjang bagi perseroan.

Artikel Terkait

JELI Diserbu! IPO Oversubscribe 273,37 Kali

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman pemilik merek INACO, mencatatkan antusiasme investor yang sangat tinggi dalam penawaran umum perdana saham (IPO).

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru