back to top

LQ45 Baru! Bank Besar Mendominasi, BBCA Masuk Tapi Bobotnya Turun

Emiitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks LQ45 untuk periode 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026.

Dalam perombakan kali ini, terjadi sejumlah perubahan signifikan baik dari sisi komposisi saham maupun bobot masing-masing emiten.

Sejumlah saham baru masuk ke dalam jajaran indeks bergengsi ini, yakni:


PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Sebaliknya, beberapa saham harus terdepak dari indeks LQ45, yaitu:


PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN),
PT Ciputra Development Tbk (CTRA),
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL),
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Dari sisi bobot, saham perbankan besar masih mendominasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi kontributor terbesar, meski bobotnya turun tipis dari 15,11% menjadi 15,00% akibat pembatasan (cap) maksimum.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat kenaikan signifikan dari 11,68% menjadi 12,91%, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik dari 8,58% ke 9,86%.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mengalami peningkatan bobot menjadi 8,01%, sementara PT Astra International Tbk (ASII) naik menjadi 6,73%.

Saham tambang seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat lonjakan bobot cukup tajam dari 3,87% menjadi 4,33%, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga naik dari 1,51% ke 2,12%.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan bobot, seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

BEI menegaskan bahwa jumlah saham untuk perhitungan indeks dapat berubah menyesuaikan aksi korporasi seperti stock split, right issue, hingga dividen saham sebelum tanggal efektif.

Artikel Terkait

Emiten Keramik Kaisar (CAKK) Tak Bahas Dividen, RUPS Putuskan Pindah Kantor

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) tidak membahas pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2026.

Pengelola Mayapada Hospital (SRAJ) Tak Bagi Dividen Lagi, Rugi Rp198M di 2025

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola jaringan Mayapada Hospital milik keluarga konglomerat Dato' Sri Tahir, kembali memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham

TINS Siapkan Dividen Tunai Rp88,189 per Saham, Cum 23 Juni

PT Timah Tbk (TINS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp656,82 miliar. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru