back to top

MDKA Minta Restu Private Placement 2,44 Miliar Saham Buat Modal

Emitentrust.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,44 miliar saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD IV) atau private placement.

Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham eksisting hingga maksimum 9,09%.
Pada perdagangan hari ini Jumat (19/6) saham MDKA naik 5,9 persen ke level Rp3.030 per lembar.

Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.

Manajemen menjelaskan, penerbitan maksimal 2.447.298.377 saham baru tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus membuka ruang pendanaan baru untuk mendukung pengembangan usaha dan peluang ekspansi grup Merdeka.

Dana hasil PMTHMETD IV akan digunakan sekitar 30% untuk kebutuhan modal kerja Perseroan dan grup usaha. Sementara sisanya dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pengembangan usaha, termasuk belanja modal, pembelian saham, akuisisi aset, penyertaan modal, hingga investasi pada perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan.

Perseroan menyebut langkah ini diperlukan untuk menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah peluang ekspansi yang terus berkembang di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral.

Mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, harga pelaksanaan saham baru nantinya ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham MDKA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham baru.

Saat ini pengendali Perseroan secara bersama-sama adalah PT Provident Capital Indonesia yang dikendalikan Winato Kartono dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang dikendalikan Edwin Soeryadjaya. Perseroan menegaskan kedua pemegang saham tersebut bertindak secara independen dan tidak tergabung dalam kelompok terorganisasi sebagaimana dimaksud dalam regulasi pasar modal.

Jika memperoleh persetujuan pemegang saham independen, pelaksanaan PMTHMETD IV dapat dilakukan dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak persetujuan RUPSLB sesuai ketentuan POJK Nomor 14 Tahun 2019.

Artikel Terkait

MTEL Cetak Kinerja Moncer di Semester I-2026, Ini Mesin Pertumbuhannya

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/IDX: MTEL) membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada semester I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 2,1% secara

HATM Tancap Gas! Laba Terbang 667% di Kuartal II 2026

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka pada level Rp530 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pergerakan saham emiten pelayaran tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kinerja fundamental perseroan yang mencatat lonjakan laba pada kuartal II 2026.

Emiten Hapsoro (BUVA) Gelar Rights Issue Rp1,54T, Pemilik Saham Bakal Terdilusi 20%

Emiten perhotelan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) emiten milik hapsoro berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp1,54 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru