back to top

Medco (MEDC) Cetak Laba Q1-2026 Terbang 272%, Ini Pemicunya

Emitentrus.com – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada kuartal I-2026 msmbukukan laba bersih meningkat 272% secara tahunan (YoY) menjadi US$67 juta, dari sebelumnya US$18 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 19% YoY menjadi US$668 juta, didorong oleh peningkatan produksi serta harga komoditas yang lebih tinggi.

CEO Roberto Lorato mengatakan, kinerja awal tahun ini mencerminkan fondasi operasional yang kuat. “Kami dengan bangga melaporkan awal tahun 2026 yang baik, dengan peningkatan EBITDA dan laba bersih yang didukung kenaikan produksi, serta kontribusi yang semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak yang berdampak positif pada penjualan.

EBITDA Medco meningkat menjadi US$351 juta, ditopang oleh kenaikan produksi dan harga realisasi minyak yang lebih tinggi. Harga minyak rata-rata terealisasi mencapai US$75 per barel, naik dari US$63 per barel pada kuartal sebelumnya, bahkan sempat menyentuh US$94 per barel pada Maret. Sementara itu, harga gas juga naik menjadi US$7,2 per mmbtu.

Di sisi biaya, efisiensi tetap terjaga dengan biaya produksi minyak dan gas sebesar US$9,0 per boe, masih sesuai dengan panduan tahunan perseroan.

Produksi minyak dan gas tercatat 169 mboepd, meningkat 18% YoY, didorong kontribusi dari aset Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman. Tambahan produksi juga berasal dari lapangan Forel dan Terubuk serta peningkatan partisipasi di Corridor.

Perseroan juga mencatat sejumlah perkembangan penting, antara lain:

– Penandatanganan PSC Cendramas yang menandai ekspansi kembali ke Malaysia
– Penemuan eksplorasi baru di Oman
– Pengembangan proyek Sakakemang yang ditargetkan onstream pada 2027.

Penjualan listrik meningkat 21% YoY menjadi 1.053 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan mencapai 28,5% dari total penjualan.

Sementara itu, kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk juga signifikan, dengan laba bersih sebesar US$34 juta pada kuartal ini, serta produksi tembaga dan emas yang solid.

Kas dan setara kas tercatat US$598 juta, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA stabil di level 1,7x. Perseroan juga mempertahankan peringkat kredit idAA- dari Pefindo, serta BB- dari Fitch dan S&P, dan Ba3 dari Moody’s, mencerminkan disiplin keuangan yang kuat.

Direktur Utama Hilmi Panigoro menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan. “Kami tetap berkomitmen memperkuat portofolio dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Untuk tahun penuh 2026, Medco menargetkan, Produksi migas: 165–170 mboepd, Penjualan listrik: 4.550 GWh, Biaya produksi di bawah US$10/boe dan Belanja modal: US$430 juta.

Artikel Terkait

Adhi Commuter (ADCP) Berbalik Rugi Rp26M di Q1, Pendapatan Ambruk 46%

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) pada kuartal I-2026. membukukan rugi bersih sebesar Rp26,02 miliar, berbalik dari laba Rp16,27 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Telkom (TLKM) Siapkan Buyback Rp1T dari Kas, Sinyal Apa?

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal mencapai Rp1 triliun.

CBRE Amankan USD45 Juta dari BNII Buat Akuisisi Kapal

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memperoleh fasilitas kredit senilai USD 45 juta dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk guna memperkuat ekspansi armada kapal.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru