Emitentrust.com – Emiten papan akselerasi PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengungkapkan bahwa belum seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) terserap seluruhnya.
Berdasarkan Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang disampaikan ke BEI Selasa (6/1) disebutkan MEJA mencatat total dana IPO sebesar Rp49,44 miliar dengan biaya emisi mencapai Rp4 miliar, sehingga dana bersih yang diperoleh mencapai Rp45,44 miliar.
Adapun, realisasi penggunaan dana tersebut baru mencapai Rp33,95 miliar atau sekitar 74,71% dari total dana bersih IPO. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana sebesar Rp11,49 miliar yang belum dimanfaatkan oleh Perseroan.
Richie Adrian Hartanto Direktur Utama MEJA menjelaskan bahwa sesuai prospektus, seluruh dana IPO dialokasikan untuk modal kerja. Dana yang belum terserap tersebut saat ini ditempatkan di Bank Central Asia (BCA) sebagai pihak ketiga dengan tingkat bunga 1% per tahun, sembari menunggu kebutuhan operasional Perseroan.
MEJA menyebutkan bahwa penggunaan dana IPO mencakup berbagai biaya emisi, antara lain biaya penjaminan emisi (underwriting fee), biaya penyelenggaraan, biaya profesi penunjang pasar modal, hingga biaya konsultasi keuangan. Total biaya emisi tercatat sekitar Rp4 miliar atau sekitar 8% dari total dana IPO.
Sementara itu, dari sisi konversi waran, Perseroan mencatat penerbitan 6,01 juta waran dengan nilai konversi mencapai Rp691,25 juta. Namun hingga periode pelaporan, masih terdapat sekitar Rp474 juta dana hasil konversi yang belum dimanfaatkan.
Meski belum seluruh dana IPO terserap, manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana tetap mengacu pada prospektus dan diperuntukkan guna mendukung keberlangsungan operasional dan modal kerja Perseroan.


