MKNT Balik Untung! Tapi Masih Defisit Rp138,8M di Kuartal III-2026

MKNT Balik Untung! Tapi Masih Defisit Rp138,8M di Kuartal III-2026
PT Remitra Global International Tbk (dahulu PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,16 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, berbalik dari rugi bersih Rp1,54 miliar pada periode 2025.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - - PT Remitra Global International Tbk (dahulu PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,16 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, berbalik dari rugi bersih Rp1,54 miliar pada periode 2025. Dengan demikian, perseroan mencatatkan perbaikan kinerja sebesar Rp16,70 miliar, sementara defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menyusut menjadi Rp138,83 miliar per 30 September 2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, yang dilaporkan pada Jumat (23/10) MKNT membukukan penjualan bersih sebesar Rp312,70 miliar hingga 30 September 2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan penjualan Rp3,69 miliar sepanjang tahun 2025.

Seiring peningkatan penjualan, Remitra Global mencatatkan laba bruto Rp65,02 miliar, berbalik dari rugi bruto Rp3,83 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan juga membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp14,78 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp1,57 miliar pada 2025.

Dari sisi beban, perseroan mencatatkan beban umum dan administrasi sebesar Rp41,15 miliar serta beban penjualan dan pemasaran Rp4,42 miliar. Beban keuangan tercatat sebesar Rp4,46 miliar.

Setelah memperhitungkan manfaat pajak tangguhan sebesar Rp377,99 juta, laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp15,16 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,16 miliar, dengan laba per saham Rp2,76.

Meski berhasil mencetak laba, perseroan masih memiliki akumulasi defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp138,83 miliar. Posisi tersebut membaik dibandingkan defisit Rp151,82 miliar pada 31 Desember 2025.

Dari sisi neraca, total aset Remitra Global mencapai Rp1,47 triliun per 30 September 2026, meningkat 77,87% dibandingkan Rp826,09 miliar pada akhir 2025.

Kenaikan aset terutama terlihat pada persediaan yang mencapai Rp637,37 miliar dan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp130,11 miliar. Perseroan juga mencatatkan aset tetap bersih Rp421,81 miliar serta goodwill Rp52,92 miliar.

Namun, total liabilitas perseroan turut meningkat menjadi Rp1,46 triliun dari Rp833,44 miliar pada akhir 2025. Liabilitas tersebut didominasi liabilitas jangka pendek sebesar Rp1,40 triliun, termasuk pinjaman bank jangka pendek Rp281,56 miliar dan utang lain-lain kepada pihak ketiga Rp836,88 miliar.

Dengan total ekuitas Rp5,65 miliar, posisi keuangan perseroan menunjukkan ruang penyangga ekuitas yang relatif tipis dibandingkan total aset dan liabilitasnya.

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp48,47 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan mengakhiri September 2026 dengan saldo kas dan bank Rp23,76 miliar.

Pada perdagangan hari ini Jumat (23/10) saham MKNT di FCA stagnan di level Rp5.