back to top

BESS Incar Cuan Baru dari Bisnis Wisata Bahari

Emitentrust.com – PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) bersiap memperluas lini usahanya dengan masuk ke bisnis angkutan laut penumpang melalui pembangunan satu unit kapal Phinisi GT-540.

Langkah strategis tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026.

BESS dalam keterangannya Rabu (15/7) menjelaskan bahwa Perseroan akan menambah kegiatan usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Liner dan Tramper untuk Penumpang (KBLI 50111).

Selain itu, BESS juga akan menyesuaikan klasifikasi usaha dari Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk Barang (KBLI 50132) menjadi Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (KBLI 50121) dan Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (KBLI 50122) agar selaras dengan ketentuan sistem OSS serta rekomendasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

BESS menegaskan penyesuaian KBLI tersebut tidak akan mengubah bisnis inti perusahaan yang selama ini bergerak di bidang jasa angkutan laut untuk komoditas batu bara dan nikel, termasuk kegiatan pemuatan di pelabuhan, pelayaran antarpelabuhan, serta transshipment.

Ekspansi ke bisnis penumpang akan difokuskan pada layanan wisata menggunakan kapal Phinisi GT-540. Perseroan membidik pasar open trip maupun private charter menuju destinasi wisata premium seperti Taman Nasional Komodo dan Raja Ampat. Layanan yang ditawarkan mencakup transportasi antarpulau, paket wisata lengkap dengan konsumsi, hingga pengalaman pelayaran eksklusif dengan rute yang fleksibel.

Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (KJPP DAZ & Rekan), proyek tersebut dinilai layak dijalankan. Proyeksi menunjukkan bisnis baru tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp142,73 miliar sepanjang periode 2027–2031, atau rata-rata Rp28,55 miliar per tahun, dengan asumsi pertumbuhan pendapatan sebesar 5% per tahun.

Kajian KJPP juga menyimpulkan proyek tersebut layak dari aspek pasar, teknis, pola bisnis, hingga proyeksi keuangan. Perseroan dinilai memiliki sumber daya, teknologi, serta tenaga ahli yang memadai untuk menjalankan bisnis baru tersebut, sekaligus menawarkan keunggulan kompetitif melalui konsep wisata bahari premium berbasis kapal Phinisi.

Melalui ekspansi ini, BESS berharap dapat memperluas sumber pendapatan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional tanpa mengurangi fokus pada bisnis utama jasa angkutan laut barang.

BESS optimistis diversifikasi usaha tersebut akan memberikan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan

Artikel Terkait

Emiten Hapsoro (MINA) Baru Serap 10,5% Dana Rights Issue, Rp144,7M Masuk BNGA dan BNLI

PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) baru merealisasikan penggunaan sekitar Rp17 miliar dari hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau

PGEO Endapkan Sisa Dana IPO Rp2,84T di BRI dan BJB, Bunga 4,15-5%

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,84 triliun hingga 30 Juni 2026. Dana tersebut berasal dari hasil bersih IPO sebesar Rp8,77 triliun

Ratusan Juta Saham Treasury POWR Siap Dilepas, Ini Rencananya

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) melaporkan perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Dalam periode tersebut, perseroan telah mengalihkan kembali 110,36 juta saham treasury, sementara

Populer 7 Hari

Berita Terbaru