Emitentrust.com – PT Niramas Utama Tbk. dengan kode saham JELI resmi menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan menawarkan 266 juta saham baru kepada publik atau setara 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Berdasarkan prospektus, harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham. Harga tersebut dipatok paling bawah dari harga penawaran awal atau book building di rentang Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Sehingga JELI menghimpun dana hanya sebesar Rp239,4 miliar dari aksi korporasi tersebut. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Seluruh saham yang ditawarkan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Penawaran umum ini dijamin dengan skema full commitment oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek bersama Penjamin Emisi Efek PT Sucor Sekuritas
Berdasarkan jadwal IPO, pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026. Masa penawaran umum berlangsung pada 1–3 Juli 2026, dilanjutkan dengan tanggal penjatahan pada 3 Juli 2026.
Selanjutnya, distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 6 Juli 2026, sementara pencatatan saham perdana JELI di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 7 Juli 2026. Dengan IPO ini, JELI resmi bergabung sebagai emiten baru di sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.
Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan difokuskan untuk mendukung pertumbuhan usaha. Sekitar 51,04% dana akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS dalam bentuk ekuitas.
Selanjutnya, sekitar 18,36% dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian mesin guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Sementara sekitar 10,63% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan total saldo pinjaman mencapai Rp94 miliar per 31 Maret 2026.
Pada tahun 2025, Niramas membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar dengan laba bersih mencapai Rp39,03 miliar, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp11,63 miliar. Adapun pada tahun 2023, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp1,68 miliar.
Peningkatan laba tersebut turut mendorong kenaikan rasio profitabilitas. Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82% pada 2025 dari 9,81% pada 2024, sementara Return on Assets (ROA) naik menjadi 7,07% dari sebelumnya 2,23%.


