Emitentrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp654,9 miliar di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin (2/2).
Anggota Dewan Komisioner OJK merangkap Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner, Friderica Widyasari Dewi (Kiky), mengatakan aksi beli bersih tersebut terjadi setelah investor asing melakukan jual bersih (net sell) selama empat hari berturut-turut pada pekan lalu.
Setelah empat hari asing net sell, hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Ini menjadi berita baik karena foreign investor kembali melakukan pembelian,” ujar Kiky dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.
Kiky menjelaskan bahwa pelemahan pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami oleh bursa-bursa di kawasan Asia. Bahkan, Indeks Kospi Korea Selatan tercatat melemah lebih dalam hingga 5,4% dan sempat menerapkan trading halt pada perdagangan hari ini.
“Secara regional, indeks-indeks di Asia juga melemah. Kospi Korea turun lebih dari 5%, kemudian Hong Kong, India, Singapura, dan China juga mengalami pelemahan,” ujarnya.
Meski demikian, Kiky menilai masih terdapat sejumlah sinyal positif yang dapat dicermati dari pergerakan pasar saham domestik.
“Kita melihat ini dari perspektif yang lebih luas dan global. Market kita hari ini memang turun, tetapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” kata Kiky.
Ia menjelaskan bahwa tekanan pasar terutama terjadi pada saham-saham dengan valuasi tinggi, sementara saham-saham dengan fundamental yang baik justru cenderung mengalami penguatan.
Ini menjadi hal positif, karena investor mulai selektif. Saham-saham dengan fundamental bagus mengalami kenaikan, sedangkan saham yang turun mayoritas adalah saham yang sebelumnya sudah naik terlalu tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, OJK bersama seluruh Self Regulatory Organization (SRO) menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
“Kami memastikan bersama seluruh SRO bahwa perdagangan di pasar modal dilakukan secara teratur, wajar, dan efisien,” tegas Kiky.
Pada penutupan perdagangan Senin (2/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88% ke level 7.922,73.
Sementara itu, indeks LQ45 turun 27,29 poin atau 3,27% ke posisi 806,24.
Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 2.949.040 transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 50,41 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp29,17 triliun.


