Emitentrust.com – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) membukukan rugi bersih sebesar Rp14,26 miliar pada semester I-2026, berbalik dari laba bersih Rp3,00 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut terjadi seiring total pendapatan perseroan yang berbalik negatif menjadi minus Rp2,39 miliar, dibandingkan pendapatan positif Rp12,18 miliar pada semester I-2025.
Penurunan kinerja terutama dipicu oleh pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek yang berbalik menjadi minus Rp2,77 miliar, dari sebelumnya memberikan kontribusi positif sebesar Rp10,87 miliar pada semester I-2025. Perseroan juga tidak lagi membukukan pendapatan dari kegiatan penjaminan emisi efek yang pada periode tahun lalu mencapai Rp1,15 miliar. Sementara itu, pendapatan dividen dan bunga bersih meningkat menjadi Rp376,02 juta dari Rp168,23 juta.
Di sisi biaya, total beban usaha meningkat 11,59% menjadi Rp11,37 miliar dibandingkan Rp10,19 miliar pada semester I-2025. Akibatnya, perseroan membukukan rugi usaha sebesar Rp13,76 miliar, berbalik dari laba usaha Rp1,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya, rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp14,26 miliar, dibandingkan laba sebelum pajak Rp2,89 miliar pada semester I-2025.
Perseroan juga membukukan rugi komprehensif sebesar Rp16,83 miliar, berbalik dari laba komprehensif Rp3,20 miliar pada semester I-2025. Adapun rugi bersih per saham tercatat sebesar Rp1,26, dibandingkan laba per saham Rp0,27 pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi posisi keuangan, total aset per 30 Juni 2026 turun 38,72% menjadi Rp157,22 miliar, dibandingkan Rp256,54 miliar pada akhir Desember 2025. Penurunan terutama berasal dari menyusutnya piutang nasabah dan piutang lembaga kliring serta penjaminan.
Sementara itu, total liabilitas anjlok 83,52% menjadi Rp16,28 miliar dari Rp98,76 miliar pada akhir 2025, terutama akibat penurunan utang nasabah dan pelunasan utang bank serta utang subordinasi. Di sisi lain, total ekuitas turun 10,67% menjadi Rp140,94 miliar dari Rp157,77 miliar, seiring rugi yang dibukukan selama semester pertama tahun ini.
Pada laporan arus kas, kas dan setara kas perseroan berkurang menjadi Rp6,44 miliar dari Rp8,60 miliar pada awal tahun. Meski aktivitas operasi menghasilkan arus kas bersih positif sebesar Rp6,89 miliar, arus tersebut tergerus oleh pembayaran utang bank dan utang subordinasi pada aktivitas pendanaan.


