back to top

Pengendali Baru PIPA Buka Peluang Likuiditas Investor Lewat Tender Wajib Rp93,45 Miliar

EmTrust – Masuknya PT Morris Capital Indonesia sebagai pengendali baru PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) membuka peluang likuiditas bagi pemegang saham publik. Morris Capital akan melaksanakan penawaran tender wajib atas sebanyak-banyaknya 1,71 miliar saham atau setara 50,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyebutkan harga penawaran tender wajib ditetapkan sebesar Rp54,47 per saham dengan nilai total transaksi mencapai sekitar Rp93,45 miliar. Pengendali baru menyatakan telah menyiapkan dana yang memadai untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran dalam aksi korporasi tersebut.

“Pengendali baru dengan ini menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib ini,” ujar manajemen dalam keterangannya.

Periode penawaran tender wajib berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 23 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026. Transaksi jual beli saham akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender dijadwalkan pada 3 Februari 2026 sesuai ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Aksi tender wajib ini merupakan kelanjutan dari pengambilalihan pengendalian PIPA oleh Morris Capital Indonesia. Sebelumnya, pengendali baru telah mengakuisisi 1,5 miliar saham atau sekitar 43,78 persen kepemilikan melalui transaksi yang dilakukan pada 6 dan 10 Oktober 2025 dari pemegang saham lama, yakni Junaedi, Hendrik Saputra, dan Nanang Saputra.

Dari sisi prospek, Morris Capital Indonesia telah menyiapkan agenda transformasi bisnis untuk menjadikan PIPA sebagai bagian dari ekosistem distribusi energi nasional yang terintegrasi. Pengembangan usaha akan difokuskan pada perdagangan dan logistik bahan bakar minyak (BBM), serta pembangunan infrastruktur pendukung.

Rencana tersebut mencakup pengembangan fasilitas penyimpanan, sistem distribusi darat dan laut, hingga penguatan jaringan logistik guna meningkatkan efisiensi operasional. Melalui strategi integrasi vertikal dan akuisisi entitas dengan basis kontrak jangka panjang, perseroan menargetkan posisi strategis dalam rantai pasok energi nasional.

Manajemen optimistis, langkah strategis ini akan memperkuat fundamental usaha perseroan sekaligus membuka ruang pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi di dalam negeri.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru