back to top

Pengendali Tambah Kepemilikan, Buana Graha Utama Borong Saham MICE

EmitenTrust.com – PT Buana Graha Utama selaku pemegang saham pengendali PT Multi Indocitra Tbk (MICE) kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya. Penambahan saham tersebut dilakukan pada 3 dan 10 Desember 2025 melalui transaksi pembelian di pasar.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen MICE pada Jumat (12/12), PT Buana Graha Utama membeli sebanyak 100.200 lembar saham MICE dengan harga Rp600 per saham. Transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perseroan.

Manajemen MICE menjelaskan bahwa tujuan transaksi pembelian saham tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham secara langsung. Langkah ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham pengendali terhadap prospek dan kinerja perseroan ke depan.

Sebelumnya, PT Buana Graha Utama juga telah melakukan pembelian saham MICE pada 12 November 2025 sebanyak 100.000 lembar saham dengan harga di kisaran Rp605 hingga Rp610 per saham.

Dengan transaksi terbaru ini, total kepemilikan saham PT Buana Graha Utama di PT Multi Indocitra Tbk meningkat menjadi 286,81 juta lembar saham atau setara 47,80% dari total saham beredar. Sebelumnya, kepemilikan pengendali tercatat sebanyak 286,7 juta lembar saham atau 47,79%.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru