back to top

Penjualan dan Laba KMDS Kompak Tergerus di 2025

Emitentrust.com – PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) sepanjang tahun 2025 mencatat laba bersih sebesar Rp54,88 miliar pada 2025 atau tergerus 1,8% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp55,87 miliar.

Dalam laporan keuangan akhir tahun 2025 yang diterbitkan Kamis (26/3) disebutkan penjualan bersih tercatat sebesar Rp351,93 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp427,81 miliar. Penurunan ini turut menekan laba bruto yang tercatat sebesar Rp114,12 miliar.

Menariknya, di tengah penurunan pendapatan, beban usaha justru masih relatif tinggi sehingga menekan profitabilitas. Hal ini tercermin dari laba usaha yang tercatat sebesar Rp63,71 miliar.

Di sisi lain, perseroan masih mampu mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp70,68 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, laba bersih yang dapat dibukukan mencapai Rp54,88 miliar.

Secara komprehensif, total laba komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp54,88 miliar, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan berada di level Rp232,61 miliar per akhir 2025. Sementara itu, struktur permodalan masih didukung oleh modal disetor sebesar Rp80 miliar dan tambahan modal disetor Rp30,29 miliar.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru