Emitentrust.com – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) sepanjang tahun 2025 mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau turun 14,7% dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp1,81 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, total pendapatan ADMF naik 2,9% menjadi Rp12,12 triliun dari Rp11,78 triliun pada 2024.
Kontributor terbesar masih berasal dari pembiayaan konsumen sebesar Rp7,55 triliun, meningkat dari Rp7,15 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan sewa pembiayaan melonjak signifikan menjadi Rp421,50 miliar dari Rp266,45 miliar.
Namun, kenaikan pendapatan tidak mampu mengimbangi lonjakan beban operasional. Total beban perseroan naik menjadi Rp10,14 triliun dari Rp9,50 triliun.
Beban gaji dan tunjangan meningkat cukup tajam menjadi Rp3,33 triliun dari Rp2,90 triliun. Selain itu, beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp1,97 triliun dari Rp1,77 triliun.
Perseroan juga tetap mencatatkan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang besar, khususnya dari pembiayaan konsumen sebesar Rp1,89 triliun.
Akibatnya, laba sebelum pajak turun menjadi Rp1,98 triliun dari Rp2,28 triliun. Setelah dikurangi beban pajak Rp443,90 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp1,54 triliun.
Penurunan laba turut berdampak pada laba per saham (EPS) yang turun menjadi Rp1.253 per saham dari Rp1.538 per saham pada 2024.
Total aset ADMF per akhir 2025 tercatat Rp38,52 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp38,37 triliun pada 2024.
Piutang pembiayaan konsumen—sebagai tulang punggung bisnis—naik menjadi Rp25,74 triliun dari Rp23,91 triliun.
Di sisi liabilitas, total kewajiban turun tipis menjadi Rp23,49 triliun dari Rp23,82 triliun.
Utang obligasi meningkat cukup signifikan menjadi Rp8,41 triliun dari Rp6,19 triliun, sementara pinjaman yang diterima justru turun menjadi Rp9,88 triliun dari Rp12,63 triliun.
Ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp15,03 triliun dari Rp14,54 triliun, ditopang saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp11,91 triliun.
Sepanjang 2025, perseroan membagikan dividen kas sebesar Rp982,46 miliar kepada pemegang saham.
Selain itu, ADMF juga melakukan pembelian saham treasuri senilai Rp93,74 miliar.
Kas dan setara kas akhir tahun tercatat Rp820,91 miliar, turun dari Rp1,95 triliun pada akhir 2024.
Arus kas operasi masih positif Rp453,67 miliar. Namun, arus kas pendanaan mencatatkan defisit Rp1,35 triliun akibat pembayaran pinjaman dan obligasi.


