Phapros (PEHA) Cetak Lonjakan Laba 511% di Semester I, Ini Pendorongnya

Phapros (PEHA) Cetak Lonjakan Laba 511% di Semester I, Ini Pendorongnya
Gedung kantor PEHA
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Laba periode berjalan perseroan melonjak hingga 511,0% menjadi Rp14,97 miliar pada semester I-2026, dibandingkan dengan Rp2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang dikutip pada Sabtu (30/8/2026), kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan serta perbaikan kinerja operasional dan beban keuangan perseroan.

Phapros mencatat penjualan neto Rp482,85 miliar pada semester I-2026, naik 5,37% dibandingkan penjualan pada semester I-2025 sebesar Rp458,23 miliar.

Seiring pertumbuhan penjualan, laba bruto perseroan meningkat 10,80% menjadi Rp243,49 miliar dari sebelumnya Rp219,77 miliar.

Kenaikan laba bruto tersebut terjadi ketika beban pokok penjualan hanya meningkat sekitar 0,38%, dari Rp238,46 miliar menjadi Rp239,36 miliar.

Dari sisi operasional, Phapros membukukan laba usaha sebesar Rp43,56 miliar, meningkat 24,22% dibandingkan Rp35,06 miliar pada semester I-2025.

Perbaikan laba usaha juga didukung oleh perubahan pada pendapatan lain-lain. Pada semester I-2026, perseroan mencatat pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp250,03 juta, berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat beban/kerugian lain-lain bersih Rp3,77 miliar.

Beban Keuangan Turun

Di lini bawah, beban keuangan Phapros berhasil ditekan. Beban keuangan tercatat Rp22,87 miliar, turun sekitar 7,56% dibandingkan Rp24,74 miliar pada semester I-2025.

Sementara itu, penghasilan keuangan meningkat signifikan menjadi Rp1,26 miliar dari Rp340,79 juta, atau tumbuh sekitar 268,80% secara tahunan.

Alhasil, laba sebelum pajak Phapros melonjak 105,73% menjadi Rp21,95 miliar dari Rp10,67 miliar pada semester I-2025.

Perseroan mencatat beban pajak penghasilan sebesar Rp6,97 miliar pada semester I-2026, lebih rendah dibandingkan Rp8,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya atau turun sekitar 15,14%.

Setelah memperhitungkan pajak, laba periode berjalan Phapros mencapai Rp14,97 miliar, dibandingkan Rp2,45 miliar pada semester I-2025.

Jika dilihat berdasarkan atribusi, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp15,29 miliar, melonjak sekitar 541,82% dari Rp2,38 miliar.

Sementara itu, kepentingan nonpengendali mencatat rugi Rp320,70 juta, berbalik dari laba Rp66,71 juta pada semester I-2025.

Dengan demikian, laba per saham dasar Phapros pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp3 per saham.


Dari sisi neraca, total aset Phapros per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,45 triliun, meningkat sekitar 4,66% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,39 triliun.

Aset lancar naik 10,95% menjadi Rp712,31 miliar dari Rp642,03 miliar. Salah satu peningkatan yang cukup terlihat terjadi pada kas dan setara kas yang mencapai Rp162,47 miliar, tumbuh 34,30% dari Rp120,98 miliar pada akhir 2025.

Persediaan juga meningkat 13,06% menjadi Rp173,13 miliar dari Rp153,13 miliar.

Sementara itu, aset tidak lancar relatif stabil di level Rp739,50 miliar, turun sekitar 0,76% dari Rp745,14 miliar.

Dari sisi liabilitas, total liabilitas Phapros per 30 Juni 2026 tercatat Rp1,01 triliun, meningkat sekitar 5,61% dari Rp959,70 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek naik 23,76% menjadi Rp347,50 miliar dari Rp280,77 miliar. Sedangkan liabilitas jangka panjang turun sekitar 1,85% menjadi sekitar Rp666,07 miliar dari Rp678,93 miliar.

Adapun total ekuitas perseroan mencapai Rp438,24 miliar, meningkat 2,52% dibandingkan Rp427,47 miliar pada akhir 2025.

Kinerja arus kas Phapros juga menunjukkan perbaikan. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai Rp88,64 miliar, berbalik positif dibandingkan semester I-2025 yang mencatat arus kas operasi negatif Rp1,49 miliar.

Dengan demikian, terjadi perbaikan arus kas operasi sekitar Rp90,13 miliar secara nominal.

Di sisi investasi, arus kas bersih yang digunakan mencapai Rp8,16 miliar, lebih besar dibandingkan Rp1,29 miliar pada semester I-2025.

Sementara arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp38,79 miliar, relatif meningkat 1,95% dibandingkan Rp38,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kas dan setara kas Phapros bertambah bersih Rp41,70 miliar selama semester I-2026. Posisi kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 pun mencapai Rp162,47 miliar, dibandingkan Rp51,49 miliar pada akhir Juni 2025. Artinya, saldo kas akhir periode tersebut melonjak sekitar 215,55% secara tahunan.