back to top

PPGL Lepas Seluruh Saham JAYA Senilai Rp44,6 Miliar Guna Perkuat Modal Kerja

EmTrust – PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) melakukan penjualan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) dengan nilai transaksi sebesar Rp44,60 miliar. Aksi korporasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko dan penguatan struktur keuangan Perseroan.

Manajemen PPGL dalam keterbukaan informasi menjelaskan bahwa pelepasan saham di JAYA bertujuan untuk mengurangi eksposur Perseroan terhadap risiko penurunan efisiensi operasional dan kinerja keuangan yang bersumber dari entitas anak. Selain itu, dana hasil transaksi akan digunakan untuk menambah likuiditas dan modal kerja Perseroan.

“Dengan tambahan likuiditas dari transaksi ini, Perseroan tidak lagi membutuhkan pendanaan yang berasal dari pinjaman bank maupun lembaga keuangan lainnya,” ujar manajemen PPGL.

Direksi dan Dewan Komisaris PPGL, baik secara bersama-sama maupun masing-masing, meyakini bahwa transaksi penjualan saham tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42 Tahun 2020. Perseroan menilai tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham utama dan pengendali Perseroan, yakni Darmawan, serta Astrid, yang berpotensi merugikan Perseroan.

PPGL juga menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendali pada PT Armada Berjaya Trans Tbk. Saat ini, JAYA tetap dikendalikan oleh Darmawan, yang juga merupakan pemegang saham pengendali PPGL.

Sebagai informasi tambahan, Darmawan Suryadi SM saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Armada Berjaya Trans Tbk dan memiliki hubungan afiliasi dengan JAP Astrid Patricia yang menjabat sebagai Komisaris Utama PPGL.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru