back to top

Private Placement Tuntas, Emiten Hary Tanoe (KPIG) Kempit Rp78,7M

Emitentrust.com– Emiten pariwisata grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), resmi menuntaskan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Manajemen KPIG dalam keterangannya Selasa (20/1) mengungkapkan bahwa telah menerbitkan 514,71 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham-saham anyar tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp153 per lembar, lebih tinggi dari nilai nominalnya.

Dari aksi tersebut, KPIG sukses menghimpun dana segar sekitar Rp78,75 miliar, yang seluruhnya telah direalisasikan pada 15 Januari 2026.

Manajemen menegaskan, dana hasil private placement ini akan difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan dan kondisi keuangan perseroan, sekaligus menjadi amunisi pendanaan bagi proyek-proyek KPIG yang tengah berjalan maupun yang akan dikembangkan ke depan.

“Dana yang diterima Perseroan akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan Perseroan termasuk di antaranya untuk membiayai proyek-proyek Perseroan,” tulis Direksi KPIG.

Langkah private placement ini mempertegas strategi KPIG dalam menjaga fleksibilitas pendanaan tanpa harus melalui rights issue yang berpotensi menekan pemegang saham eksisting. Pasar pun kini menanti, proyek apa saja yang akan menjadi sasaran utama dana segar tersebut, serta seberapa besar dampaknya terhadap kinerja keuangan KPIG ke depan.

Artikel Terkait

Grab Ungkap Perkuat Komitmen Superbank (SUPA) Pasca Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Emitentrust.com - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang...

Bakrie Kalila Serap Private Placement ENRG Harga Rp1.550 per Lembar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak 218,31

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Populer 7 Hari

Berita Terbaru