back to top

Grup Lippo (MLPT) Stock Split 1:25, Perdagangan Akhir Senin 20 Juli 2026

Emitentrust.com – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) grup Lippo akan melaksanakan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25, berdasarkan pemberitahuan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Dalam aksi korporasi tersebut, nilai nominal saham MLPT akan berubah dari Rp100 per saham menjadi Rp4 per saham, sehingga setiap 1 saham lama akan menjadi 25 saham baru.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan pada, 20 Juli 2026 menjadi hari terakhir perdagangan saham MLPT dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi. Selanjutnya, 21 Juli 2026 menjadi awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru Rp4 per saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi.

Adapun 22 Juli 2026 ditetapkan sebagai Recording Date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak memperoleh saham hasil stock split. Distribusi saham dengan nilai nominal baru akan dilakukan pada 23 Juli 2026, yang sekaligus menjadi awal perdagangan saham di Pasar Tunai serta dimulainya penyelesaian transaksi menggunakan jumlah saham baru.

Berikut jadwal lengkap pelaksanaan stock split MLPT:

Akhir perdagangan saham dengan nominal lama di Pasar Reguler & Negosiasi 20 Juli 2026
Mulai perdagangan saham dengan nominal baru di Pasar Reguler & Negosiasi 21 Juli 2026
Tanggal terakhir penyelesaian transaksi saham nominal lama 22 Juli 2026
Recording Date 22 Juli 2026
Distribusi saham hasil stock split 23 Juli 2026
Awal perdagangan di Pasar Tunai dengan nominal baru 23 Juli 2026.

Perlu diketahui saham MLPT pada perdagangan Jumat (17/7) berada di level Rp29.225 per lembar.

Artikel Terkait

BEI Ungkap Kondisi Terbaru Pipeline IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 17 Juli 2026 telah terdapat 7 perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Astra International (ASII) Dapat Restu Gelar Buyback Saham Rp8T

PT Astra International Tbk (ASII) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang

BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam (JARR) Terkait Sengketa Pembelian 3.500 Ton CPO

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten milik Haji Isam memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat dari Law Office R. Azhari & Co mengenai dugaan sengketa hukum material atas transaksi pembelian crude palm oil

Populer 7 Hari

Berita Terbaru