back to top

Astra International (ASII) Dapat Restu Gelar Buyback Saham Rp8T

Emitentrust.com – PT Astra International Tbk (ASII) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 17 Juli 2026.

Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 32,83 miliar saham atau 82,24% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah, sehingga memenuhi kuorum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada agenda kedua RUPSLB, mayoritas pemegang saham menyetujui rencana buyback saham Perseroan.

Melalui persetujuan tersebut, Astra memperoleh izin membeli kembali saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun, di luar biaya transaksi dan biaya perantara perdagangan efek.

Sebagai informasi saham ASII saat ini ada di Rp 5.100 per saham. Harganya sudah turun 23,88% sejak awal tahun alias year to date (YTD).

Pemegang saham juga memberikan kuasa kepada Direksi untuk menentukan waktu, harga, serta pelaksanaan buyback sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam agenda pertama, RUPSLB juga menyetujui pengalihan sebagian saham treasury hasil buyback periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026.

Jumlah saham yang akan dialihkan untuk pelaksanaan Management Stock Ownership Program (MSOP) ditetapkan maksimal 100 juta saham.

RUPS juga memberikan kewenangan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menetapkan harga pelaksanaan serta besaran kewajiban pembayaran peserta MSOP.

Sementara Direksi diberi wewenang untuk melaksanakan seluruh tindakan yang diperlukan dalam pelaksanaan program tersebut.

RUPSLB juga sepakat tidak melakukan perubahan susunan Direksi. Jajaran Direksi Perseroan tetap terdiri dari:

Rudy – Presiden Direktur
Gidion Hasan – Direktur
Santosa – Direktur
Gita Tiffany Boer – Direktur
FXL Kesuma – Direktur
Thomas Junaidi Alim W – Direktur
Hsu Hai Yeh – Direktur
Siswadi – Direktur
Djap Tet Fa – Direktur
Susunan Dewan Komisaris

Susunan Dewan Komisaris juga tidak mengalami perubahan, yaitu:

Prijono Sugiarto – Presiden Komisaris
Sri Indrastuti Hadiputranto – Komisaris Independen
Muliaman D. Hadad – Komisaris Independen
Muhamad Chatib Basri – Komisaris Independen
Pariya Tangtongpairoth – Komisaris Independen
Anthony John Liddell Nightingale – Komisaris
Benjamin William Keswick – Komisaris
Stephen Patrick Gore – Komisaris
Lincoln Lin Feng Pan – Komisaris
Lee Liang Whye – Komisaris.

Artikel Terkait

BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam (JARR) Terkait Sengketa Pembelian 3.500 Ton CPO

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten milik Haji Isam memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat dari Law Office R. Azhari & Co mengenai dugaan sengketa hukum material atas transaksi pembelian crude palm oil

WIKA Sebut Sidang Perdana PKPU Anak Usaha Digelar 22 Juli 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (BEI: WIKA) menegaskan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap anak usahanya, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON),

308 Juta Saham IATA Dilepas dalam Tiga Hari Senilai Rp18,19 Miliar

PT MNC Asia Holding Tbk mengurangi kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan melepas sebanyak 308.225.000 saham melalui serangkaian transaksi pada pertengahan Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru