back to top

Purbaya: IHSG Bisa Tembus 10.000 Tahun Ini

EmTrust – Pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun 2026 di level 8.600-an memicu optimisme kuat dari pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai lonjakan awal IHSG menjadi sinyal bahwa pasar mulai menangkap perbaikan fundamental ekonomi nasional.

“Buka, kan tadi naik. Saya pikir kalau memang itu ada optimisme di pasar, bahwa kehidupan ekonomi kita akan membaik terus,” ujar Purbaya usai membuka perdagangan saham awal tahun 2026.

Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia saat ini sudah jauh lebih solid dibanding tahun lalu. Sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) menjadi kunci utama yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat ke depan.

“Kalau kebijakan kita dengan Bank Indonesia sudah sinkron, harusnya ekonomi bertumbuh lebih cepat. Jadi pelaku pasar siap-siap saja,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, Purbaya bahkan menyebut target IHSG tahun ini bisa menembus level psikologis 10.000. Ia menilai kondisi ekonomi yang lebih stabil, koordinasi kebijakan yang semakin solid, serta pertumbuhan laba emiten akan menjadi fondasi kuat bagi reli lanjutan pasar saham.

“Kalau investor jeli, jangan sampai ketinggalan,” ujarnya, memberi sinyal bahwa peluang masih terbuka lebar.

Menanggapi pertanyaan soal absennya Presiden pada pembukaan dan penutupan perdagangan bursa, Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap pasar modal. Saat ini, Presiden disebut tengah berada di Aceh untuk menyerap langsung persoalan masyarakat.

“Itu justru menunjukkan Presiden sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat. Dan ekonomi juga pasti akan terus diperhatikan agar pertumbuhan semakin kuat,” jelasnya.

Terkait isu saham gorengan, Purbaya memastikan pengawasan akan terus dilakukan. Ia menyebut telah mencermati langkah-langkah yang disampaikan otoritas pasar modal dan menegaskan bahwa keseriusan penegakan aturan akan menjadi perhatian utama.

“Saya akan lihat terus. Dia serius atau tidak,” katanya singkat.

Soal kemungkinan pemberian insentif pada 2026, Purbaya menegaskan belum ada permintaan resmi. “Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya. Apa prestasinya? Berapa orang yang ditangkap?” ucapnya tegas.

Menjelang berakhirnya masa jabatan direksi Bursa, Purbaya juga menekankan pentingnya sosok pimpinan pasar modal yang memiliki komitmen kuat untuk membersihkan pasar dari praktik-praktik tidak bertanggung jawab.

“Yang paling penting mereka punya keinginan kuat untuk membersihkan pasar dari penggoreng saham yang merugikan investor,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Free Float AKRA 32,65%, Keluarga Adikoesoemo Pengendali Utama

Struktur kepemilikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masih didominasi pemegang saham pengendali melalui entitas afiliasi keluarga Adikoesoemo, sementara porsi saham publik tetap cukup besar di pasar.

Free Float RAAM 22,73%, Muncul Nama Grup MNC (MSIN)

Struktur kepemilikan saham PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menunjukkan dominasi kuat dari pendirinya di tengah porsi saham publik yang tetap signifikan di Bursa Efek Indonesia.

AHAP Dikuasai Grup Salim 62,58%, Anthoni Sebagai Pemilik Akhir

Struktur kepemilikan saham PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) masih berada di bawah kendali kelompok usaha milik konglomerat Indonesia.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru