back to top

PYFA Tunda Rights Issue, Ini Alasannya

Emitentrust.com – Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan menunda pelaksanaan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue yang sebelumnya telah direncanakan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menyebutkan keputusan penundaan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan situasi makroekonomi yang dinilai belum kondusif untuk mendukung aksi korporasi tersebut.

Manajemen PYFA menjelaskan bahwa perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan kembali pelaksanaan PMHMETD II pada waktu yang lebih tepat setelah kondisi pasar dinilai lebih stabil.

“Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tertanggal 11 Juni 2026.

Perseroan menegaskan bahwa penundaan rights issue tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Manajemen juga memastikan bahwa kegiatan usaha Perseroan tetap berjalan normal dan strategi pengembangan bisnis tetap dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Sebagai informasi, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau right issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada April 2026.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Selain itu, PYFA juga akan menerbitkan waran dengan porsi maksimal sekitar 35% dari total saham beredar setelah pelaksanaan right issue.

dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta membuka peluang akuisisi guna mendukung ekspansi bisnis. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi PYFA dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.

Artikel Terkait

BRI Kuasai Penyaluran KUR Perumahan Rp10,6T, Target Unit Terlampaui!

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali mencatatkan kinerja positif dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan BRI telah mencapai Rp10,6 triliun atau 88,3% dari target Rp12 triliun yang

Spindo (ISSP) Bukukan Laba Naik 12,7%, Pendapatan Tembus Rp2,8T di Semester I

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp240,54 miliar pada semester I-2026,

AGII Raup Laba Rp65,19M, Melonjak 188,4% di Semester I-2026

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp65,19 miliar pada semester I-2026, melonjak 188,45%

Populer 7 Hari

Berita Terbaru