back to top

RANS Milik Raffi Ahmad Langsung ARA 34,12% Saat Debut di BEI

Emitentrust.com – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengawali debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan performa impresif. Pada perdagangan perdana, Jumat (10/7/2026), saham RANS langsung menyentuh auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 34,12% dari harga penawaran Rp170 menjadi Rp228 per saham.

Perseroan melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari aksi korporasi tersebut, RANS berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Antusiasme investor sudah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO RANS mengalami oversubscribed dengan hampir 1 juta investor mengikuti proses pemesanan.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, mengatakan pencatatan saham ini menjadi tonggak penting bagi industri kreatif Indonesia. Menurutnya, RANS ingin membuktikan bahwa perusahaan yang lahir dari creator economy mampu berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional, transparan, dan berkelanjutan melalui pengembangan intellectual property (IP).

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis Perseroan. Sekitar 37,61% atau Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, 19,80% atau Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,64% atau Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, 8,15% atau Rp35 miliar untuk investasi perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% atau Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian pinjaman investasi, serta 8,82% atau Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Didirikan pada 2016 dari sebuah garasi rumah, RANS berkembang dari kanal konten digital menjadi creator-based venture yang mengelola bisnis media digital, pengembangan IP, produk konsumen, kerja sama periklanan, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan. Hingga kini, lebih dari 300 merek telah bekerja sama dengan Perseroan.

Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menegaskan bahwa IPO bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk membangun perusahaan dengan standar tata kelola yang lebih tinggi.

“Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia,” ujar Raffi Ahmad.

Artikel Terkait

ASPI Berpotensi Ganti Pengendali, GMP Group Bidik 51,18% Saham

PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) mengumumkan adanya negosiasi rencana pengambilalihan saham yang berpotensi mengubah pengendalian Perseroan.

DATA Sebut Dana IPO Tinggal Rp1,88M di BCA

PT Remala Abadi Tbk. (DATA), emiten penyedia layanan Internet Service Provider (ISP), konsultasi teknologi informasi, serta jaringan tetap berbasis kabel dan nirkabel,

Yulie Sekuritas Pangkas Kepemilikan di MTLA, Nilainya Rp35M

Emitentrust.com - Yulie Sekuritas Indonesia Tbk. (YULE) mengurangi kepemilikan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru