Emitentrust.com – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) emiten Rumah Sakit milik Sri Tahir sepanjang 2025 membukukan rugi bersih sebesar Rp198,79 miliar, membengkak sekitar 751% dibandingkan rugi tahun sebelumnya Rp23,34 miliar.
Dalam laporan Keuangan akhir Desember 2025 disebutkan meski mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun, meningkat sekitar 10,6% dari Rp2,34 triliun pada 2024.
Kenaikan ini mendorong laba bruto naik menjadi Rp1,06 triliun dari sebelumnya Rp916,44 miliar.
Namun, peningkatan tersebut belum mampu menahan tekanan dari sisi biaya.
Beban umum dan administrasi melonjak signifikan menjadi Rp922,33 miliar, dari Rp689,15 miliar.
Akibatnya, laba usaha justru turun menjadi Rp85,49 miliar, dibandingkan Rp157,74 miliar pada tahun sebelumnya.
Tekanan semakin berat setelah beban keuangan meningkat tajam, terutama dari: Amortisasi dan biaya surat utang dan Beban bunga lainnya.
Hal ini membuat kinerja berbalik menjadi rugi sebelum pajak Rp235,17 miliar.
Setelah memperhitungkan manfaat pajak, perusahaan tetap mencatatkan rugi bersih Rp198,79 miliar.
Rugi ini sebagian besar ditanggung oleh pemilik entitas induk sebesar Rp199 miliar.
Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi Rp7,62 triliun, menunjukkan ekspansi bisnis masih berjalan.
Namun, liabilitas melonjak signifikan menjadi Rp6,28 triliun, terutama dari, Penerbitan surat utang (Rp3,03 triliun) dan Kenaikan pinjaman jangka panjang.
Di sisi lain, ekuitas justru turun menjadi Rp1,33 triliun, mencerminkan tekanan dari akumulasi rugi.
Menariknya, kas dan setara kas melonjak tajam menjadi Rp1,83 triliun dari Rp277 miliar, didorong oleh Penerbitan surat utang dan Penambahan modal saham.
Perlu diketahui saham SRAJ hingga akhir pekan kemarin di tutup level Rp15.025 per lembar. Dalam sepekan naik 7,32 persen dari harga Rp14.000


